Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Radiasi Chernobyl Bikin Jamur Punya Kemampuan Super

Radiasi Chernobyl Bikin Jamur Punya Kemampuan Super


Rachmatunnisa - detikInet

C. sphaerospermum yang mengalami melanisasi.
C. sphaerospermum yang mengalami melanisasi (Foto: Rui TomΓ©/Atlas of Mycology)
Jakarta -

Di lokasi bencana nuklir paling terkenal di dunia, muncul fenomena yang membuat ilmuwan tercengang. Sebuah jenis jamur hitam di Chernobyl ternyata tidak hanya bertahan dari radiasi ekstrem, tetapi diduga memanfaatkannya.

Spesies yang dimaksud adalah Cladosporium sphaerospermum. Jamur dengan kemampuan super ini ditemukan tumbuh subur di area dengan tingkat radiasi tinggi, termasuk di dalam reaktor yang hancur akibat bencana 1986.

Penelitian menunjukkan organisme ini memiliki pigmen melanin yang berperan penting. Melanin tersebut diduga mampu menyerap radiasi ionisasi-jenis radiasi berbahaya yang bisa merusak sel-lalu mengubahnya menjadi energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jamur ini tampaknya memanen radiasi ionisasi dan mengubahnya menjadi energi," tulis laporan ilmuwan dalam studi tersebut, mengutip ScienceAlert, Senin (30/4/2026).

Menariknya, mekanisme ini disebut mirip dengan fotosintesis pada tumbuhan, hanya saja menggunakan radiasi alih-alih cahaya Matahari. Penelitian lanjutan bahkan membawa jamur ini ke luar angkasa. Dalam eksperimen di luar Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), jamur tersebut terbukti mampu mengurangi paparan radiasi.

ADVERTISEMENT

Sensor menunjukkan bahwa radiasi yang menembus lapisan jamur lebih rendah dibandingkan area tanpa jamur. Temuan ini membuka kemungkinan penggunaan jamur sebagai pelindung alami dari radiasi, misalnya untuk misi luar angkasa di masa depan.

Ilmuwan Pelajari Cara Kerjanya

Meski terdengar seperti superpower, para ilmuwan mengakui bahwa mekanisme pasti dari kemampuan ini masih belum sepenuhnya dipahami. Tim peneliti yang dipimpin insinyur dari Stanford University, Nils Averesch, menyatakan bahwa konsep ini masih perlu dibuktikan lebih lanjut.

"Radiosintesis sejati masih belum terbukti. Kami belum bisa memastikan apakah jamur benar-benar menghasilkan energi dari radiasi seperti yang diduga," kata Averesch.

Untuk diketahui, Chernobyl dikenal sebagai salah satu tempat paling berbahaya di Bumi akibat radiasi tinggi. Namun bagi jamur ini, kondisi tersebut justru menjadi habitat. Fenomena ini menunjukkan bahwa kehidupan bisa beradaptasi secara ekstrem, bahkan di lingkungan yang mematikan bagi manusia.

Penelitian terhadap Cladosporium sphaerospermum bukan hanya soal rasa penasaran ilmiah. Jika kemampuan tersebut benar-benar bisa dimanfaatkan, potensinya sangat besar, mulai dari perlindungan radiasi bagi astronaut hingga teknologi baru dalam penanganan limbah nuklir.




(rns/fay)








Hide Ads