Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Chernobyl Terancam Lagi: Struktur Penutup Raksasa Rusak

Chernobyl Terancam Lagi: Struktur Penutup Raksasa Rusak


Anggoro Suryo - detikInet

Rescuers work at the New Safe Confinement (NSC) structure, that covers the old sarcophagus which confines the remains of the damaged fourth reactor and bears an impact of what Ukrainian President Volodymyr Zelenskiy says was a Russian drone strike, amid Russias attack on Ukraine, at the Chornobyl Nuclear Power Plant, in Kyiv region, Ukraine February 14, 2025. REUTERS/Gleb Garanich
Penampakan Kubah Pelindung PLTN Chernobyl Rusak Dihantam Drone Rusia. Foto: REUTERS/Gleb Garanich
Jakarta -

Struktur raksasa yang seharusnya menjaga reruntuhan Chernobyl tetap stabil selama puluhan tahun kini dilaporkan mengalami kerusakan serius.

Inspeksi terbaru dari International Atomic Energy Agency (IAEA) mengungkap bahwa New Safe Confinement (NSC) -- kubah raksasa yang dibangun untuk menahan radiasi dari reaktor No. 4 -- tak lagi menjalankan fungsi keselamatannya secara penuh. Kekhawatiran pun meningkat di tengah situasi perang yang terus berlangsung di kawasan tersebut.

Menurut laporan IAEA yang dikutip dari BBC, kerusakan ini berkaitan dengan serangan drone pada awal tahun. Ukraina menuduh Rusia sebagai pelaku, namun pihak Moskow membantah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan itu menyebabkan kebakaran pada bagian luar struktur baja raksasa, dan kini para inspektur memperingatkan bahwa area terdampak harus segera diperbaiki agar degradasi tidak semakin parah.

ADVERTISEMENT

Dalam kunjungan pekan lalu, tim IAEA menemukan bahwa NSC mengalami kerusakan parah, meski struktur penahan beban dan sistem pemantauan radiasi masih dapat berfungsi.

Teknisi Ukraina telah menambal sebagian atap yang terdampak, tetapi IAEA menegaskan bahwa perbaikan tambahan masih diperlukan untuk memulihkan kapasitas containment secara penuh. Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menekankan bahwa restorasi yang cepat dan menyeluruh sangat penting demi keamanan jangka panjang kawasan tersebut.

Meski laporan ini memicu kekhawatiran internasional, para ahli meminta publik untuk tidak panik. Jim Smith, profesor ilmu lingkungan dari University of Portsmouth, mengatakan bahwa risiko terbesar berasal dari debu radioaktif yang tersimpan sejak ledakan 1986.

Aktivitas militer berpotensi mengaduk dan menyebarkan material tersebut. Namun ia menilai ancamannya masih rendah karena sarcophagus beton Soviet yang membungkus reaktor tetap berdiri dan mempertahankan sebagian besar debu radioaktif itu.

Sarcophagus awal memiliki batas umur 30 tahun dan digantikan oleh NSC pada 2016. Struktur baru ini didesain agar mampu melindungi reruntuhan selama setidaknya satu abad -- sebuah benteng terakhir untuk mencegah kontaminasi meluas ke Eropa.

Sebagai informasi, reaktor nuklir Chernobyl sendiri menjadi salah satu bencana nuklir terburuk dalam sejarah, meninggalkan kota Pripyat tanpa penghuni dan diperkirakan menyebabkan hingga 9.000 kematian terkait kanker di Ukraina, Belarus, dan Rusia.




(asj/rns)







Hide Ads