Terungkap! Ini Suasana Indonesia Saat Masih Jadi Benua Sundaland

Terungkap! Ini Suasana Indonesia Saat Masih Jadi Benua Sundaland

ADVERTISEMENT

Eureka!

Terungkap! Ini Suasana Indonesia Saat Masih Jadi Benua Sundaland

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 24 Agu 2022 19:40 WIB
Benua Sundaland dan Sahul di Zaman Es
Gambaran Kondisi Indonesia saat Masih Jadi Benua Sundaland. Foto: (detikcom)
Jakarta -

Sundaland adalah sebuah benua Zaman Es yang terbentang di Asia Tenggara. Indonesia, tadinya juga termasuk dalam wilayah Benua Sundaland sebelum akhirnya benua itu tenggelam dan menyisakan kepulauan di Indonesia.

Pada periode last glacial maximum yang terjadi 18.000 tahun lalu, kedalaman muka laut menjadi turun sehingga daratan Sundaland muncul. Kira-kira ada penurunan -120 meter permukaan air laut dari titik nol saat ini, ketika masa itu terjadi.

Itu berarti, Sundaland ada pada 18.000 tahun yang lalu, sebelum akhirnya perlahan tenggelam dalam jangka waktu 6.000 tahun saja. Nah, seperti apa kondisi Indonesia ketika Sundaland masih menjadi daratan?

Ahli Paleontologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Yahdi Zaim menjelaskan mengenai hal ini dalam 'Eureka! Edisi 8: Misteri Indonesia Benua Tenggelam', beberapa waktu lalu. Menurut penjelasannya, Indonesia pada dasarnya adalah negara yang berada di garis khatulistiwa sehingga sudah jadi takdir negara kita memiliki iklim yang tropis.

"Kondisi lingkungan alam Indonesia yang tropis tentu banyak curah hujan karena penguapan dari laut kita, kalau banyak turun hujan akan banyak vegetasi tumbuh-tumbuhan," jelasnya.

"Tetapi, jangan lupa Bumi kita pada periode tertentu mengalami penurunan temperatur yang signifikan sehingga ketika suhu Bumi turun, terjadi pertambahan daratan es di daerah kutub. Akibatnya terjadi penurunan volume air laut. Daerah tropis juga akan turun suhu Buminya meskipun Matahari tetap beredar sekitar itu," ujar Prof Zaim.

Kira-kira, Indonesia saat masa Sundaland memiliki suhu 5-10°C, jauh lebih rendah dari suhu sekarang. Artinya, meski Indonesia masih negara tropis, tetap ada penurunan suhu yang terjadi dan hawanya terasa lebih dingin.

Meski temperatur di Indonesia lebih dingin dari kisaran suhu hari ini, Indonesia pada masa Sundaland tetap lebih hangat dibandingkan dengan wilayah lain di Zaman Es. Di sini lah terjadi migrasi hewan-hewan yang mencari tempat hangat di tengah penurunan suhu maksimum yang sedang terjadi.

"Fosil hewan-hewan besar seperti gajah, kuda nil, badak, rusa dan sebagainya itu sudah sejak 2 juta tahun yang lalu dan kebanyakan dari Asia. Di Indonesia berkembang menjadi hewan endemik," katanya.

Ketika Sundaland muncul, Indonesia memiliki sungai-sungai purba yang sangat panjang. Pertama, adalah sungai yang muaranya ke Laut China dengan anak Sungai Kapuas, Batang Hari dan Musi. Sungai lainnya ada di Selat Sunda, di mana sungai mengalir antara Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga ke Kalimantan.

Sedangkan untuk tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia bersifat rumput-rumputan, alang-alang, dan padi-padian. Tanaman ini muncul karena mereka yang bisa menahan cuaca kering. Suhu dingin membuat lingkungan menjadi kering.

"Maka daerah Sundaland itu daerah Savana. Dari Asia ke Jawa itu dikenal sebagai koridor savana dan ini berbeda dengan yang di Baluran, karena Baluran sudah campur tangan manusia. Zaman dulu kan belum ada manusia, kalaupun ada manusia tidak banyak," katanya.

Kendati demikian, tidak semua daerah berupa savana, tetap ada daerah yang memiliki hutan hujan tropis. Berikut ini peta savana di Sundaland.

Savana di Sundaland di Zaman EsSavana di Sundaland di Zaman Es. Foto: (The Conservation)



Simak Video "Misteri Indonesia Benua Tenggelam"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT