Kanada Legalkan Bunuh Diri Secara Medis untuk Penyakit Mental Parah

Kanada Legalkan Bunuh Diri Secara Medis untuk Penyakit Mental Parah

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 08 Apr 2022 22:39 WIB
Ilustrasi wanita dirawat di rumah sakit
Foto: Getty Images/iStockphoto/Niphon Khiawprommas
Jakarta -

Tahun depan, Kanada akan menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang mengizinkan pasien dengan penyakit mental yang parah dan tidak dapat disembuhkan untuk mencari bantuan medis saat sekarat.

Bunuh diri yang dibantu secara medis, sering disebut medical aid in dying (MAID) atau euthanasia untuk mengakhiri penderitaan orang dewasa yang sakit parah, pertama kali dilegalkan di Kanada pada Juni 2016.

Pada Maret 2021, undang-undang tersebut diubah lebih lanjut untuk memungkinkan kematian yang dibantu bagi pasien yang mengalami kondisi medis menyedihkan dan tidak dapat diperbaiki, tetapi tidak atas dasar penyakit mental, cacat jangka panjang, atau kondisi yang tidak dapat disembuhkan.

Peraturan baru yang mulai berlaku pada Maret 2023, akan memungkinkan MAID untuk orang-orang yang kondisi dasarnya depresi berat, gangguan bipolar, gangguan kepribadian, skizofrenia, PTSD, atau kondisi kesehatan mental lainnya yang dianggap tidak dapat diperbaiki dengan perawatan apa pun.

Agar memenuhi syarat, seperti dikutip dari IFL Science, Jumat (8/4/2022) orang dengan kondisi kejiwaan yang akan melakukan MAID harus berusia 18 tahun atau lebih, "kompeten secara mental," memberikan persetujuan, dan menunjukkan keputusan mereka bukan hasil dari tekanan atau pengaruh luar.

Namun, pendapat di antara para ahli tentang masalah sensitif ini beragam dan masih belum jelas bagaimana aspek-aspek tertentu dari undang-undang yang diamandemen akan diatur.

Sebuah studi baru -baru ini yang diterbitkan oleh Canadian Medical Association Journal mengamati MAID untuk orang-orang dengan kondisi kejiwaan yang tidak dapat ditolong di Belanda, di mana tindakan tersebut telah diatur oleh undang-undang sejak tahun 2002.

Laporan ini merinci betapa sulitnya untuk menentukan apakah suatu kondisi kesehatan mental adalah benar-benar tidak dapat disembuhkan dan tidak dapat diobati.

Tidak seperti kondisi kesehatan fisik yang progresif atau degeneratif, sebagian besar gangguan mental tidak memiliki prediktabilitas prognostik, yang artinya sangat sulit, bahkan beberapa ahli berpendapat tidak mungkin, untuk memperkirakan bagaimana kondisi tersebut akan berkembang atau merespons pengobatan.

Laporan ini juga mencatat bahwa sekitar 90% permintaan MAID untuk orang dengan penyakit mental ditolak oleh psikiater di Belanda. Berbicara tentang keputusan Kanada baru-baru ini, Dr Sisco van Veen, salah satu psikiater Belanda dari penelitian tersebut, mengatakan akan ada banyak ketidakpastian dalam penerapan MAID secara legal.

"Dalam psikiatri, sebenarnya yang Anda miliki hanyalah cerita pasien, dan apa yang Anda lihat dengan mata Anda dan apa yang Anda dengar dan apa yang keluarga mereka katakan," ujarnya.

"Saya pikir akan ada banyak ketidakpastian tentang bagaimana menerapkan ini pada Maret 2023. Harapan saya adalah psikiater akan bergerak dengan hati-hati, sangat hati-hati," tutupnya.


Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan bunuh diri. Bagi Anda, pembaca, yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.



Simak Video "Mengapa Seseorang Mengalami Gangguan Bipolar?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)