Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Robot China 'Tampar' Elon Musk? Kemampuan Bela Diri Bikin Terkesima

Robot China 'Tampar' Elon Musk? Kemampuan Bela Diri Bikin Terkesima


Aisyah Kamaliah - detikInet

Robot China.
Foto: Unitree G2 robot Β© CCTV
Jakarta -

Industri robotik China makin maju dan mungkin mengancam robotika dari Amerika Serikat. Baru-baru ini, ada video robot yang sedang melakukan aksi bela diri kung fu ketika perayaan Tahun Baru China (Imlek).

Disiarkan di televisi, publik dibuat berdecak kagum melihat kemampuan robot model G1 dan H2 dari perusahaan Unitree. Robot-robot itu melakukan salto, jungkir balik, dan gerakan kung fu yang sinkron.

Melansir Gizmodo, bahkan robot-robot tersebut menggunakan nunchaku dan tongkat dengan ketangkasan yang mengejutkan. Kabar mengerikannya: mereka bukan satu-satunya robot buatan China yang mahir menggunakan senjata jarak dekat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perusahaan saingan, Robotera, baru-baru ini merilis video salah satu robotnya yang melakukan gerakan piawai dengan pedang. Bahkan, robot tersebut tidak terlihat kaku. Gerakannya bak pendekar yang tengah bertarung.

Ini sangat berbeda dengan Optimus (robot yang dikembangkan Tesla) yang kemampuannya dinilai masih sangat terbatas secara motorik. Dalam beberapa kesempatan, Optimus yang belakangan digembar gemborkan Elon Musk juga dinilai masih melakukan gerakan yang kurang mulus.

Dalam hal mobilitas dan keseimbangan, Optimus mampu berjalan, menaiki tangga, dan menjaga keseimbangan tubuh sekalipun pada permukaan tidak rata. Generasi terbaru menunjukkan kemampuan berjalan di medan terbuka. Kelebihan lain, Optimus yang memiliki tinggi 173 cm dan berat sekitar 57-73 kg ini mampu mengangkat beban hingga 68 kg. Dia juga dapat membawa barang seberat 20 kg.

Lebih lanjut, South China Morning Post mengutip Unitree yang mengatakan bahwa segmen kung fu dilakukan sepenuhnya secara otonom. Akan tetapi, sejauh yang Gizmodo ketahui, surat kabar tersebut tidak berupaya memverifikasi pernyataan ini.

Pada intinya, perusahaan ini disebut tidak mengendalikan robot-robot yang beratraksi dari jarak jauh selama pertunjukan. Mereka diklaim bergerak secara otomatis setelah mendapatkan pemograman kecerdasan buatan yang memungkinkan mereka melakukan gerakan kung fu.




(ask/ask)






Hide Ads
LIVE