4 Tahap Mengerikan Ketika Manusia Tidak Tidur Berhari Hari

4 Tahap Mengerikan Ketika Manusia Tidak Tidur Berhari Hari

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 04 Agu 2021 06:33 WIB
Lonely girl sitting on the floor
Apa yang terjadi ketika manusia tidak tidur berhari-hari? Foto: Getty Images/D-Keine
Jakarta -

Begadang itu biasa, tapi apa jadinya jika manusia tidak tidur berhari-hari? Ilmuwan telah meneliti dan efeknya akan sangat mengerikan.

Dalam keadaan ekstrem, kurang tidur pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Kurang tidur kronis menempatkan kita pada peningkatan risiko untuk kondisi medis yang serius, seperti obesitas, penyakit jantung, dan diabetes.

"Sebagai masyarakat, sebagai keluarga dan individu, kita belum sepenuhnya menghargai pentingnya tidur," kata Terry Cralle, RN, pakar tidur klinis di Fairfax, Virginia.

"Tidur, bersama dengan pola makan dan olahraga, merupakan dasar kesehatan yang baik," sambungnya sebagaimana ditulis Everyday Health.

Ini dia tahapan yang terjadi ketika manusia benar-benar tidak tidur selama berhari-hari:

TAHAP 1

24 Jam Tidak Tidur - Gangguan Koordinasi, Memori, dan Pengambilan Keputusan

Konsekuensi kurang tidur pada 24 jam sebanding dengan gangguan kognitif seseorang dengan kandungan alkohol dalam darah 0,10%, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health.

"Penilaian terpengaruh, memori terganggu, ada penurunan dalam pengambilan keputusan, dan penurunan koordinasi mata-tangan," jelas Cralle.

"Anda lebih emosional, perhatian menurun, pendengaran terganggu, dan ada peningkatan risiko kematian akibat kecelakaan fatal," ujarnya.

TAHAP 2

36 Jam Tidak Tidur - Kesehatan Fisik Terganggu dan Berdampak Buruk

Sekarang kesehatan Anda mulai terancam. Tanda adanya tingkat inflamasi tinggi ada dalam aliran darah, kata Cralle, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular dan tekanan darah tinggi. Selain itu, hormon terpengaruh - emosi Anda bisa kacau balau.

Scott Kelley, seorang veteran pernah mengalami kondisi terjaga di tengah situasi perang. Dia terjaga 36 jam tanpa tidur, kepalanya mulai terasa tidak enak. Gejalanya mirip seperti mengalami dehidrasi, dan dia mulai kehilangan motivasi. Ia bahkan mudah lupa dengan kejadian yang baru saja ia alami.