Penyakit Langka, Satu Desa Tertidur Berhari-hari

Penyakit Langka, Satu Desa Tertidur Berhari-hari

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 30 Mei 2021 09:45 WIB
Ilustrasi Wanita Tidur Sendiri
Foto: iStock
Jakarta -

Sejumlah penyakit langka terkadang tidak masuk akal. Penyakit yang satu ini bahkan terdengar seperti dongeng, satu desa tertidur selama berhari-hari.

Warga sebuah desa kecil bernama Kalachi bdi Kazakhstan terserang penyakit aneh yang membuat warganya mengalami 'halusinasi kekerasan', periode tidur yang lama, dan peningkatan hasrat seksual. Mereka mengalami ini selama hampir tiga tahun, dari tahun 2012 hingga 2015.

Namun yang paling bikin aneh adalah pola tidur mereka. Menurut laporan, orang-orang Kalachi bisa tertidur lelap yang berlangsung hingga enam hari. Penderita penyakit ini akan tertidur secara tiba-tiba dan tidak dapat dibangunkan. Menurut riset, wabah tersebut menyerang satu dari sepuluh orang di Kalachi.

Dikutip dari Times Now News, tercatat 20 orang pingsan dan tak sadarkan diri selama beberapa hari di desa yang berpenduduk 600 jiwa itu. Mereka kemudian dibaringkan dalam satu baris.

Beberapa orang yang menderita penyakit ini mengaku mengalami rasa lemah, kaki terasa berat, kepala berputar. Sejumlah pasien lain mengatakan mereka merasa seperti orang mabuk.

Kondisi penyakit langka ini kemudian dikenal sebagai "sleepy hollow". Banyak teori yang mencoba menjelaskan kondisi ini, terutama karena desa tersebut terletak di dekat tambang uranium era Uni Soviet. Beberapa ahli mengatakan, kemungkinan hal itu disebabkan keracunan air atau histeria massal.

Sebuah film dokumenter yang dirilis oleh Russia Today mengungkapkan bahwa banyak laporan penyalahgunaan tambang yang akhirnya ditutup pada periode 1980-an. Limbah dari perusahaan tersebut disinyalir mengontaminasi sungai lokal dan menyebabkan merebaknya penyakit.

Kementerian Kesehatan Kazakhstan akhirnya melakukan riset untuk membuktikan dugaan ini. Beberapa tes pun dijalankan untuk mengetahui adanya kemungkinan pengaruh radiasi pertambangan uranium di area tersebut. Hasilnya, Kementerian Kesehatan Kazakhstan menyebutkan ada beberapa senyawa yang terkandung dalam udara yang bisa jadi sumber masalahnya.

"Berdasarkan hasil penelitian, kesimpulan awal telah didapat dan menyatakan kemungkinan adanya hubungan antara penyakit langka itu dengan konsentrasi tinggi dari senyawa yang tumbuh selama musim panas di ruang bawah tanah dan rumah dengan ventilasi buruk. Tes dilakukan di rumah pasien yang terjangkit penyakit ini," ungkap Kementerian Kesehatan Kazakhstan dalam pernyataan mereka di 2015.



Simak Video "Bocah Kakak Adik di Boyolali Menderita Penyakit Kulit Aneh"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/asj)