Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Kamera 'Kentang' Bukan Halangan, Yuk Intip Komunitas #CumaPakeHenpon

Kamera 'Kentang' Bukan Halangan, Yuk Intip Komunitas #CumaPakeHenpon


Adi Fida Rahman - detikInet

Komunitas Cumapakehenpon
Kamera 'Kentang' Bukan Halangan, Yuk Intip Komunitas #CumaPakeHenpon Foto: dok @cumapakehenpon
Jakarta -

Pernah merasa minder mau motret karena HP cuma seri entry-level alias "kentang"? Di tengah tren ponsel flagship dengan harga setara motor, lengkap dengan tiga sampai lima kamera dan embel-embel AI canggih, tak sedikit pengguna yang merasa perangkatnya tak cukup mumpuni untuk menghasilkan foto keren.

Namun di balik riuh persaingan spesifikasi itu, muncul sebuah gerakan yang justru mendobrak batasan. Mengusung hashtag #CumaPakeHenpon, komunitas ini membuktikan bahwa kreativitas tidak ditentukan oleh jumlah bintil kamera di bodi belakang ponsel Anda. Kamera sederhana pun bisa jadi alat berkarya, selama penggunanya berani bereksperimen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Berawal dari Iseng di Threads

Gerakan ini bermula dari sebuah utas sederhana di platform Threads pada November 2024. Awalnya hanya berupa ajakan santai untuk mengunggah foto hasil jepretan ponsel apa adanya-tanpa embel-embel kamera profesional atau gadget mahal.

Tak disangka, tantangan bertema harian yang dibuat sang inisiator justru memantik antusiasme luas. Setiap hari ada tema berbeda, mulai dari street photography, siluet, hingga human interest. Format ini membuat anggota tertantang untuk konsisten memotret dan belajar.

Komunitas CumapakehenponKomunitas Cumapakehenpon huntinmg di Masjid Istiqlal Foto: dok @cumapakehenpon

Dalam waktu singkat, unggahan dengan tagar #CumaPakeHenpon tak hanya ramai di Indonesia, tapi juga diikuti pengguna dari luar negeri seperti Belanda dan Prancis. Dari sekadar iseng, ia tumbuh menjadi ruang belajar kolektif lintas negara.

Salah satu sosok di balik gerakan ini adalah Fajar Tri Wahyudi, yang akrab disapa Japra. Ia menekankan bahwa kualitas foto tidak semata ditentukan oleh sensor besar atau teknologi terkini.

"Kuncinya adalah percaya diri dengan HP yang kita punya saat ini," ujar Japra saat berbincang dengan detikINET.

Menurutnya, banyak orang terlalu fokus pada spesifikasi hingga lupa bahwa fotografi sejatinya soal sudut pandang (point of view/POV). Komposisi, momen, cahaya, dan cerita di balik foto jauh lebih penting daripada sekadar resolusi megapiksel.

Bagi komunitas ini, kamera hanyalah alat. Lensa terbaik justru ada pada cara kita melihat dunia.

Komunitas Cumapakehenpon Fajar Tri Wahyudi, yang akrab disapa Japra. Foto: dok @cumapakehenpon

Hunting Foto hingga Kelas Internasional

Menariknya, anggota komunitas ini justru didominasi pengguna Android dari berbagai merek seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, dan Vivo, ketimbang iPhone. Ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa foto bagus identik dengan ekosistem tertentu.

Aktivitas komunitas ini tak berhenti di dunia maya. Secara rutin, mereka mengunggah karya dua kali seminggu di Threads dengan tema tertentu untuk menjaga konsistensi dan semangat belajar.

Di ranah offline, mereka telah menggelar meetup dan hunting foto bersama di Jakarta dan Bandung. Kegiatan ini menjadi ajang bertukar ilmu secara langsung, membedah hasil foto, hingga praktik komposisi di lapangan.

Komunitas CumapakehenponKomunitas Cumapakehenpon hunting di stasiun Foto: dok @cumapakehenpon

Menariknya, pada 2025 hingga 2026 mendatang, komunitas ini berencana memperluas kelas private ke sejumlah kota seperti Bali, Malang, dan Yogyakarta. Targetnya jelas untuk memperluas akses belajar fotografi mobile yang inklusif dan terjangkau.

"Kami ingin menunjukkan bahwa belajar fotografi tidak harus mahal dan eksklusif," tegas Japra.

AI Boleh Canggih, Insting Tetap Nomor Satu

Komunitas Cumapakehenpon Foto: dok @cumapakehenpon
Di era fotografi berbasis AI, banyak ponsel kini menawarkan fitur auto-enhance, scene recognition, hingga generative editing. Japra tak menampik bahwa AI membantu, terutama untuk pemula.

Namun ia tetap mendorong anggota komunitas memahami fitur manual dan teknis dasar fotografi. Menurutnya, jika terlalu bergantung pada AI, insting kreatif bisa tumpul.

"Teknologi itu alat bantu. Tapi kalau kita paham dasar komposisi dan cahaya, hasilnya akan jauh lebih konsisten," kurang lebih begitu pandangannya.

Bagi #CumaPakeHenpon, keseimbangan antara teknologi dan kreativitas manusia adalah kunci.

Komunitas CumapakehenponKomunitas Cumapakehenpon hunting di Bandung. Foto: dok @cumapakehenpon

Tips Jitu Motret Pakai HP Spek Terbatas

Salah satu daya tarik #CumaPakeHenpon adalah semangat berbagi tips praktis bagi pengguna HP spek terbatas. Berikut beberapa trik yang sering dibagikan di komunitas:

1. Maksimalkan fitur bawaan kamera

Kenali mode HDR, night mode, hingga pengaturan grid untuk membantu komposisi. Banyak fitur bawaan yang sering terlewat padahal sangat membantu.

2. Manfaatkan cahaya alami

HP entry-level cenderung kesulitan di kondisi low light. Solusinya sederhana: cari sumber cahaya alami sebanyak mungkin.

3. Jangan takut bereksperimen

Coba berbagai angle, refleksi, atau framing unik. Kreativitas sering lahir dari keterbatasan.

4. Belajar editing dasar

Aplikasi seperti Lightroom Mobile bisa membantu meningkatkan kontras, warna, dan tone tanpa membuat foto terlihat berlebihan.

Komunitas CumapakehenponKomunitas Cumapakehenpon Foto: dok @cumapakehenpon

Kreativitas Tak Butuh Label Flagship

Komunitas #CumaPakeHenpon hadir sebagai pengingat bahwa fotografi adalah tentang cerita, bukan gengsi perangkat. Di tengah derasnya promosi kamera 200 MP dan zoom optik berlapis-lapis, mereka memilih kembali ke esensi: melihat, merasakan, lalu memotret.

Bagi kamu yang masih ragu memamerkan hasil jepretan karena merasa HP "kurang mumpuni", mungkin sekarang saatnya berubah pikiran.

Punya foto keren hasil jepretan HP lama? Coba tantang diri kamu di hashtag #CumaPakeHenpon!




(afr/afr)






Hide Ads