Kabar Baik! Sel T dari Flu Biasa Bisa Lindungi dari COVID-19

Kabar Baik! Sel T dari Flu Biasa Bisa Lindungi dari COVID-19

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 11 Jan 2022 21:45 WIB
Young businesswoman with clpd and flu virus blowing nose while working in the office.
Sel T dari Flu Biasa Bisa Beri Perlindungan terhadap COVID-19 (Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic)
Jakarta -

Sel T tingkat tinggi dari virus Corona flu biasa dapat memberikan perlindungan terhadap COVID-19, demikian menurut sebuah studi dari Imperial College London yang diterbitkan pada Senin (10/1).

Informasi ini bisa menjadi pendekatan baru untuk vaksin generasi kedua. Kekebalan terhadap COVID-19 adalah gambaran yang kompleks. Ada bukti bahwa terjadi penurunan tingkat antibodi enam bulan setelah vaksinasi. Nah, sel-T diyakini memainkan peran penting dalam memberikan perlindungan tersebut.

Sel T atau limfosit T adalah kelompok sel darah putih yang memainkan peran utama pada kekebalan seluler. Sel T mampu membedakan jenis patogen dengan kemampuan berevolusi sepanjang waktu demi peningkatan kekebalan setiap kali tubuh terpapar patogen.

Hal ini dimungkinkan karena sejumlah sel T teraktivasi menjadi sel T memori dengan kemampuan untuk berproliferasi dengan cepat untuk melawan infeksi yang mungkin terulang kembali. Kemampuan sel T untuk mengingat infeksi tertentu dan sistematika perlawanannya, dieksploitasi sepanjang proses vaksinasi, yang dipelajari pada sistem imun adaptif.

Penelitian yang dimulai pada September 2020 ini, mengamati tingkat sel T reaktif silang yang dihasilkan oleh flu biasa yang terjadi sebelumnya, pada 52 kontak rumah tangga dari kasus positif COVID-19 tak lama setelah terpapar. Ini dilakukan untuk melihat apakah mereka terus mengembangkan infeksi.

Ditemukan bahwa 26 orang yang tidak terinfeksi memiliki tingkat sel T yang jauh lebih tinggi daripada orang yang terinfeksi. Namun Imperial College London tidak mengatakan berapa lama perlindungan dari sel T akan bertahan.

"Kami menemukan bahwa sel T tingkat tinggi yang sudah ada sebelumnya, yang dibuat oleh tubuh ketika terinfeksi virus Corona lainnya seperti flu biasa, dapat melindungi dari infeksi COVID-19," kata penulis riset Dr Rhia Kundu, dikutip dari Reuters, Selasa (11/1/2022).

Penelitian yang diterbitkan di Nature Communications ini melaporkan bahwa protein internal virus SARS-CoV-2 yang ditargetkan oleh sel-T dapat menawarkan target alternatif bagi pembuat vaksin.

Vaksin COVID-19 saat ini, menargetkan protein lonjakan yang bermutasi secara teratur. Ketika protein lonjakan menciptakan varian seperti Omicron, ini mengurangi kemanjuran vaksin melawan infeksi simtomatik.

"Sebaliknya, protein internal yang ditargetkan oleh pelindung sel-T yang kami identifikasi bermutasi jauh lebih sedikit," kata Profesor Ajit Lalvani, rekan penulis studi tersebut.

"Akibatnya, mereka sangat terkonservasi di antara berbagai varian SARS-CoV-2, termasuk Omicron. Oleh karena itu, vaksin baru yang menyertakan protein internal yang dilestarikan ini akan menginduksi respons sel T menjadi pelindung yang luas yang seharusnya melindungi terhadap varian SARS-CoV-2 saat ini dan di masa depan," tutupnya.


*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Grafik Kasus Covid-19 di Tanah Air yang Perlahan Naik"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)