Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Nothing Headphone (1): Pendatang Baru yang Curi Perhatian

Review Nothing Headphone (1): Pendatang Baru yang Curi Perhatian


Virgina Maulita Putri - detikInet

Nothing Headphone (1)
Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Portofolio produk audio Nothing di Indonesia makin luas saja. Setelah meluncurkan earbuds dalam berbagai form factor, Nothing kini menghadirkan headphone over-ear pertamanya yang dinamai Headphone (1).

Walau masih pendatang baru, Nothing percaya diri Headphone (1) bisa menantang pemain lama di segmen headphone over-ear premium seperti Sony, Bose, JBL, Sennheiser, dan masih banyak lagi.

Fitur yang ditawarkan Headphone (1) sangat lengkap, dibalut dengan desain futuristik yang menjadi ciri khas produk Nothing. Harganya pun terbilang kompetitif jika dibandingkan dengan headphone lain di kelasnya yang harganya terus naik belakangan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ingin tahu bagaimana seberapa mapan debut Nothing pasar headphone over-ear? Simak review Nothing Headphone (1) berikut ini.

Desain

Desain Nothing Headphone (1) yang retro-futuristik terasa seperti angin segar di antara headphone lainnya yang desainnya begitu-begitu saja. Bentuknya persegi dilapisi aluminium berwarna perak dan di atasnya terdapat kubah plastik transparan yang memperlihatkan bagian internal headphone.

ADVERTISEMENT

Saat mengenakan headphone ini di tempat umum, tidak sedikit orang yang melirik ke arah saya karena terkesima dengan desainnya. Tidak hanya terlihat keren, build Headphone (1) juga terasa solid dan premium

Headphone (1) hadir dalam dua pilihan warna yaitu Black dan White. Varian yang diuji detikINET adalah warna White yang didominasi warna putih, abu-abu, dan perak dengan sedikit aksen warna hitam di engsel, bantalan telinga, dan bantalan di kepala.

Nothing Headphone (1)Nothing Headphone (1) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Karena menggunakan aluminium, Headphone (1) lebih berbobot dibandingkan kompetitornya. Bobotnya mencapai 329 gram, hampir 80 gram lebih berat dibandingkan Sony WH-X1000M6.

Meski begitu, Headphone (1) bisa menjepit kepala dengan pas dan tidak terlalu ketat, cukup nyaman dipakai mendengarkan lagu berjam-jam. Posisi headphone juga terasa mantap di kepala dan tidak mudah melorot bahkan saat bergerak.

Nothing Headphone (1)Nothing Headphone (1) di dalam casenya Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET

Sayangnya, engsel Headphone (1) cuma bisa diputar 90 derajat dan tidak bisa dilipat ke atas seperti headphone premium lainnya. Alhasil, headphone ini agak kurang ringkas saat harus dibawa ke mana-mana, dan ukuran case bawaannya juga memakan banyak tempat kalau harus dimasukkan ke dalam tas.

Bicara soal case, Nothing menyediakan carrying case berbentuk persegi dengan ritsleting tipis sebagai penutup. Case ini dilapisi kain yang teksturnya membuat bulu hewan peliharaan dan debu mudah menempel.

Kontrol dan software

Nothing Headphone (1) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Kontrol

Satu hal yang bikin jatuh cinta dengan Nothing Headphone (1) adalah kontrolnya. Di saat headphone premium lain beralih ke kontrol sentuh agar terlihat minimalis, Headphone (1) masih mengandalkan kontrol fisik dan metodenya juga cukup unik.

Headphone (1) dapat dikontrol lewat deretan tombol yang ada di sisi kanan. Di bagian belakang terdapat tombol gulir, mirip seperti yang ada di mouse, yang bisa diputar ke kiri atau ke kanan untuk mengatur volume. Tombol ini juga bisa ditekan untuk memutar atau menjeda lagu.

Di bawah tombol gulir terdapat paddle yang dapat dipakai untuk memutar lagu selanjutnya atau kembali ke lagu sebelumnya. Saat ada panggilan masuk, paddle ini bisa dipakai untuk menerima atau menolak telepon. Tombol ini juga bisa ditekan beberapa saat untuk fast forward atau rewind lagu.

Nothing Headphone (1)Nothing Headphone (1) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Tombol power dapat ditemukan di bagian paling bawah headphone bersama port USB-C, audio jack 3,5mm, dan lampu indikator daya/koneksi. Di bagian dalam headphone dekat bantalan telinga terdapat tombol untuk memulai pemasangan perangkat.

Terakhir, di sudut kanan atas ear cup terdapat tombol yang dapat dikustomisasi untuk berbagai fungsi termasuk mengatur noise control, memanggil asisten suara, membisukan mikrofon, dan lain-lain. Tombol ini juga bisa ditekan dan tahan, jadi bisa dipakai untuk mengakses dua fungsi sekaligus.

Secara keseluruhan, kontrol sangat membantu menikmati musik dengan lebih presisi karena tidak perlu menebak-nebak lagi saat mengganti lagu atau tidak sengaja dipencet seperti halnya kontrol sentuh. Namun akan lebih baik lagi kalau tombol ini diletakkan di bagian depan sehingga lebih mudah dicapai.

Fitur dan software

Nothing Headphone (1) bisa terhubung dengan perangkat lain menggunakan koneksi Bluetooth 5.3. Perangkat ini mendukung Google Fast Pair dan Microsoft Swift Pair untuk proses pemasangan instan. Nothing juga menyediakan kabel USB-C audio dan headphone jack 3,5mm yang memungkinkan koneksi ke ponsel atau laptop menggunakan kabel.

Satu hal yang membuat Headphone (1) lebih menonjol dari kompetitornya adalah rating IP52 yang membuatnya tahan terhadap air dan debu. Artinya, headphone ini dapat dipakai berolahraga atau kena hujan ringan tanpa rasa khawatir.

Nothing Headphone (1) mendukung aplikasi pendamping Nothing X yang tersedia untuk Android dan iOS. Aplikasinya sangat mudah digunakan, dengan antarmuka yang minimalis dan semua pengaturannya terpampang di halaman depan sehingga mudah diakses.

Di deretan paling atas terdapat pengaturan untuk noise cancellation atau peredam kebisingan. Ada empat mode yang dapat dipilih yaitu Low, Mid, High, dan Adaptive. Noise cancellation juga bisa dinonaktifkan, atau jika ingin mendengar suara di sekeliling saat berada di kendaraan umum bisa mengaktifkan mode Transparency.

Pengaturan Headphone (1) di aplikasi Nothing XPengaturan Headphone (1) di aplikasi Nothing X Foto: Screenshot/detikINET

Headphone (1) juga mendukung spatial audio untuk menghasilkan suara yang terdengar tiga dimensi sehingga tidak flat. Fitur ini tersedia dalam mode fixed atau head-tracking yang akan membuat suara mengikuti gerakan kepala.

Bagi yang suka mengutak-atik profil suara headphone tersedia Equalizer yang cukup ekstensif. Ada versi Simple yang berisi preset seperti Balanced, More Bass, More Treble, atau Custom untuk mengatur tri-band equalizer.

Kemudian ada mode Advanced yang tidak hanya menawarkan equalizer 8-band , tapi juga frekuensi dan Q factor. Terakhir ada tab Explore berisi EQ buatan pakar audio yang sudah dikurasi langsung oleh Nothing.

Kemudian ada fitur Bass enhancement yang dapat meningkatkan dentuman bass dari level 1-5. Lalu ada Low lag mode yang dapat bermanfaat saat main game, Dual Connection untuk menghubungkan headphone ke dua perangkat sekaligus (misalnya laptop dan HP), opsi untuk beralih antara codec AAC atau LDAC, dan Over-ear detection untuk menjeda musik secara otomatis saat headphone dilepas.

Kualitas suara dan opini detikINET

Nothing Headphone (1) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Kualitas audio

Nothing Headphone (1) mengandalkan dynamic driver 40mm di masing-masing ear cup dengan tuning yang dikembangkan bersama KEF, perusahaan audio asal Inggris.

Setelah menguji headphone ini selama beberapa minggu menggunakan lagu dari berbagai genre, dapat disimpulkan bahwa profil suara Headphone (1) lebih dominan ke bass.

Bagi penggemar musik hip-hop, R&B, atau elektronik bisa langsung dimanjakan hentakan bassnya yang kuat, tapi kalau ingin merasakan audio yang lebih cerah bisa menggunakan equalizer yang tersedia untuk menyesuaikan profil suaranya.

Saat dipakai mendengarkan musik klasik dengan equalizer default-nya, Headphone (1) mampu memisahkan masing-masing instrumen dengan jelas. Namun, entah karena bassnya terlalu tinggi atau treble-nya yang kurang, suara instrumen seperti biola dan terompet terdengar redup dan kurang menonjol.

Nothing Headphone (1)Nothing Headphone (1) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Masalah serupa juga ditemukan saat mendengarkan lagu rock modern. Suara gitar di intro lagu 'Don't Make Me a Target' dari Spoon terdengar kurang menggigit, begitu juga dengan hi-hat dan simbal yang agak tenggelam.

Headphone ini juga kesulitan terdengar menonjol. Efek airy yang menjadi ciri khas vokal Grimes, seperti di lagu 'Oblivion', menjadi kurang terdengar karena terpendam dalam campuran musik.

Menonton film menggunakan headphone ini juga bikin frustrasi karena suaranya terlalu menggema sehingga dialog percakapan tidak terdengar jelas. Saat dipakai menonton film action dengan banyak adegan tembak menembak seperti Heat atau Civil War, suara senapan yang seharusnya memekakkan telinga malah seperti diredam.

Peredaman suara dan mikrofon

Nothing Headphone (1) diklaim dapat meredam suara hingga 42 dB dan rentang frekuensi 2.000 Hz. Suara kantor yang berisik dan deru mesin kereta LRT Jabodebek dapat diredam dengan optimal sehingga perangkat ini cocok untuk menemani commuting atau bekerja di area yang berisik.

Bahkan ketika ANC dimatikan pun Headphone (1) bisa mengurangi suara berisik dengan cukup baik karena bentuk bantalan telinganya yang benar-benar pas mengisolasi telinga.

Jika ingin berbicara dengan orang lain tanpa harus repot melepas headphone, cukup aktifkan mode Transparency. Mikrofon Headphone (1) cukup jago dalam meneruskan suara dari luar ke telinga tanpa membuatnya terdengar artifisial.

Headphone (1) total memiliki enam mikrofon, tapi hanya empat yang dipakai untuk panggilan telepon. Kualitas panggilan teleponnya cukup bagus dan lawan bicara tidak pernah mengeluhkan suara tidak jelas. Suara di latar belakang juga diredam cukup baik, jadi suara kalian tetap akan terdengar jelas walau berada di area yang ramai.

Baterai

Nothing Headphone (1) dilengkapi baterai besar 1.040 mAh yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk terisi penuh. Headphone ini juga mendukung pengisian cepat di mana setelah mengisi daya selama lima menit dapat dipakai untuk mendengarkan lagu hingga 2,4 jam dengan ANC.

Menurut klaim Nothing, baterai Headphone (1) dapat bertahan hingga 35 jam untuk mendengarkan lagu dengan ANC. Menurut pengujian detikINET, klaim itu cukup akurat di mana Headphone (1) bisa mencapai 35 jam dengan mudah dalam mode ANC dan LDAC.

Nothing Headphone (1)Nothing Headphone (1) Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Dari segi daya tahan baterai saja, Nothing Headphone (1) sudah mampu mengalahkan sejumlah pemain veteran. Sebagai perbandingan, headphone Sony WH-X1000M6 yang digadang sebagai headphone NC terbaik di kelasnya menawarkan daya tahan baterai hingga 30 jam dengan ANC.

Jika ANC tidak diaktifkan, Nothing mengklaim baterai headphone ini dapat bertahan hingga 80 jam dalam sekali pengisian. Namun performa baterai headphone secara keseluruhan bergantung pada volume dan codec yang dipilih.

Opini detikINET

Debut Nothing di segmen headphone over-ear mungkin tidak sepenuhnya sempurna, tapi ada banyak hal yang patut diacungi jempol. Walau Headphone (1) adalah produk over-ear pertamanya, nama Nothing langsung mencuri perhatian berkat desain retro futuristiknya yang unik.

Tidak hanya itu, Nothing Headphone (1) juga menawarkan paket lengkap seperti kontrol fisik yang sangat matang, rating IP52 untuk ketahanan air, baterai tahan lama, ANC yang memuaskan, hingga aplikasi pendamping yang kaya fitur.

Tentu saja kualitas audio menjadi jualan utama headphone dan, walupun tidak sempurna, Nothing Headphone (1) sangat menjanjikan. Kekurangannya sangat minor, tapi hal minor ini yang bisa menaikkan status headphone dari bagus menjadi luar biasa. Fondasi headphone ini sudah tepat, hanya eksekusinya saja yang kurang.

Kalau kalian tidak masalah jika harus mengutak-atik equalizer demi mendapatkan suara yang diinginkan atau ingin menjajal headphone premium dengan budget di bawah Rp 5 juta, Nothing Headphone (1) patut dipertimbangkan.




(vmp/fay)









Hide Ads