Waspada, Ini 5 Cara Penularan Omicron Menurut Para Ahli

Waspada, Ini 5 Cara Penularan Omicron Menurut Para Ahli

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 10 Jan 2022 12:10 WIB
Omicron terdeteksi di Jatim pada 2 Januari 2022. Namun, sekarang ini tercatat dua pasien omicron yang terdeteksi itu sudah dirawat di rumah sakit Surabaya.
5 Cara Penularan Omicron Menurut Para Ahli. Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebutkan penyebaran Omicron disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk peningkatan varian COVID-19 dan peningkatan aktivitas yang melibatkan kerumunan.

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis untuk COVID-19 di WHO mengatakan, orang-orang perlu berpikir untuk mengurangi paparan mereka terhadap virus dan mengendalikan penularannya, terutama setelah diketahui kini makin bertambah jumlah kasus baru.

Mutasi virus

Van Kerkhove mengatakan Omicron bertransmisi dengan sangat efisien di antara orang-orang karena sejumlah alasan. Pertama, mutasinya membuat virus lebih mudah menempel pada sel manusia.

"Kedua, kita memiliki apa yang disebut immune escape. Ini berarti bahwa orang dapat terinfeksi ulang baik, jika mereka pernah terinfeksi sebelumnya, atau jika mereka telah divaksinasi," katanya seperti dikutip dari NDTV.

"Alasan lainnya adalah kita melihat replikasi Omicron di saluran pernapasan bagian atas, dan itu berbeda dari Delta dan varian lainnya, termasuk strain leluhur yang direplikasi di saluran pernapasan bagian bawah, di paru-paru," jelasnya Van Kerkhove.

Tempat yang ramai

Selain faktor-faktor ini, penyebaran virus juga didorong oleh peningkatan orang-orang yang kini mulai berani ke tempat ramai dan tidak mematuhi langkah pencegahan seperti menjaga jarak fisik.

"Masyarakat umum di luar sana, yang perlu Anda khawatirkan hanyalah mengurangi paparan virus. Kami ingin orang-orang memahami dan merasa diberdayakan bahwa mereka memiliki kendali atas infeksi," ujarnya.

Sebanyak 9,5 juta kasus COVID-19 baru dilaporkan ke WHO pekan lalu. Ini sebuah rekor, naik 71% dibandingkan minggu sebelumnya.

Berkumpul dengan banyak orang

Ada satu skenario yang harus dihindari di tengah merebaknya varian Omicron, yaitu berkumpul dengan banyak orang dalam satu ruangan. Sebab, ketika berada di dalam ruangan bersama banyak orang dengan status vaksinasi yang tidak pasti, peluang untuk tertular COVID-19 meningkat secara signifikan.

"Yang harus dihindari adalah tempat di mana Anda bersama 20, 30, 40, 50 orang dalam satu ruangan, banyak di antaranya yang Anda tidak tahu apakah mereka divaksinasi atau sudah terlindungi," kata pakar penyakit menular di AS, Dr Anthony Fauci.

Salah memakai masker

Sejauh ini, banyak ahli kesehatan menyebutkan bahwa masker kain tidak cukup melindungi dari paparan Omicron yang sangat menular.

"Masker dapat membantu, tetapi hanya jika Anda menggunakan masker berkualitas tinggi seperti N95, KN95, atau KF94," ujar ahli epidemiologi Dr Michael Osterholm seperti dikutip dari Eat This.

Menurutnya, masker berkualitas tinggi saat ini sudah banyak tersedia di pasaran, namun harus tetap berhati-hati jangan sampai membeli masker palsu.

Bepergian ke luar negeri

Sejumlah ahli juga menyarankan masyarakat seluruh dunia untuk menunda perjalanan yang tidak mendesak terutama jika ke luar negeri. Menurut Chair of the Department of Medicine di University of California, dr Robert Wachter, terinfeksi varian Omicron di negara asing akan sangat merepotkan dari segi birokrasi untuk dapat kembali ke negara asal.

Jika harus pergi karena urusan yang sangat penting, selalu kenakan masker berkualitas tinggi setiap saat di bandara dan di pesawat, memilih tempat duduk dekat jendela dan kelas bisnis jika memungkinkan, serta naik pesawat terakhir untuk menghindari keramaian.



Simak Video "Meski Naik, Kasus Harian Covid-19 RI Belum Setinggi Negara-Negara Tetangga"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)