Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Review Sony A7 V: Kamera Hybrid Serbabisa untuk Foto dan Video

Review Sony A7 V: Kamera Hybrid Serbabisa untuk Foto dan Video


Enche Tjin - detikInet

Sony A7 V
Foto: Enche Tjin
Jakarta -

Kamera seri Sony Alfa 7 banyak ditunggu-tunggu fotografer dan kreator karena kecanggihan teknologinya dan harganya relatif terjangkau dibandingkan dengan seri kamera kelas atas Sony seperti A1 dan A9.

Seri kamera Sony A7 pada awalnya dirancang sebagai kamera basic untuk fotografer yang menginginkan kamera full frame pertama mereka. Tapi seiring dengan perkembangan, A7 V tidak bisa dibilang kamera basic lagi, karena teknologinya sudah sangat advanced. Buat hobi ataupun bekerja, fungsinya sudah sangat kompeten.

Sony A7 V memposisikan diri sebagai kamera hybrid, artinya kamera ini 'serba bisa' untuk fotografi dan videografi. Kamera yang baru dirilis Desember 2025 lalu ini memiliki image sensor full frame 33MP dengan teknologi partial stacked sensor. Artinya, image sensornya mendukung kinerja yang sangat tinggi, dapat memotret sampai 30 foto per detik, untuk video bisa mencapai 4K 120 (APS-C-Mode / 1.5x crop).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sony A7 VFoto: Enche Tjin

Desain Kamera

Secara desain, Sony A7 V mirip dengan kamera-kamera Sony sebelumnya, terutama Sony A7R V. Ukurannya sedang, memiliki pegangan yang tebal, dan banyak tombol dan tuasnya. Beratnya 658g dan bahannya sebagian besar dari magnesium alloy yang kokoh tapi relatif ringan. Kamera ini sudah weather sealed jadi bisa digunakan di kondisi outdoor yang ekstrem.

Di bagian atas kamera ada jendela bidik dengan 3,68 juta titik, dan di bagian belakang ada layar LCD 4 axis, bisa ditekuk ke atas ke bawah, juga bisa diputar ke samping. Mekanik ini pertama kali muncul di Sony A7R V, dan diteruskan ke A7 V. Desain ini sangat fleksibel untuk berbagai jenis fotografi baik untuk horizontal (landscape), vertical (portrait) atau menghadap ke depan untuk selfie.

ADVERTISEMENT
Sony A7 VFoto: Enche Tjin
Sony A7 VFoto: Enche Tjin

Tombol-tombol dan tuas kamera ini cukup banyak, misalnya ada tuas di bawah mode dial untuk pindah dari mode foto ke video, tombol AF-ON yang besar dan empuk, dan ada empat tombol custom yang bisa di program sesuai kebutuhan. Bagi fotografer profesional, hybrid atau spesialis akan sangat terbantu.

Sony A7 VFoto: Enche Tjin

Yang baru dan mungkin agak sedikit jarang dibahas adalah manajemen panas yang sudah lebih baik daripada generasi sebelumnya, Sony A7 IV. Kita bisa merekam video tanpa overheating di resolusi 4K.

Untuk konektivitasnya, A7 V memiliki full-size HDMI port, dan dua port USB-C, satu buat power delivery, satu untuk menghubungkannya ke device lain, seperti untuk shooting tethering.

Sony A7 VFoto: Enche Tjin
Sony A7 VFoto: Enche Tjin

Memory card slot-nya ada dua, bisa dipasang dengan dua kartu SD Card atau CF express type A. Baterai yang digunakan tetap sama dengan generasi sebelumnya, NP-FZ10, tapi karena image sensor dan prosesornya sekarang lebih efisien, bisa untuk sekitar 500 foto per full charge menurut CIPA.

Kualitas Gambar Sony A7 V

Kualitas gambar dari Sony A7 V ini sangat baik. Resolusinya 33MP, dan ISO-nya dari 50-102400, tapi yang direkomendasikan 100-32000. Saat saya uji ISO tingginya masih aman dipakai di ISO 3200-6400, untuk ISO 12800 ke atas lebih bagus untuk kondisi darurat saja.

Sony A7 VFoto: Enche Tjin
Sony A7 VFoto: Enche Tjin
Sony A7 VFoto: Enche Tjin

Dynamic range dari image sensor ini tinggi, mudah memulihkan atau menerangkan bagian yang gelap dari foto tanpa memunculkan noise/artefact. Artinya dynamic range kamera ini masih sangat baik, cocok untuk foto portrait, travel atau dokumentasi.

Sony A7 VKiri: RAW dari kamera. Kanan: Setelah diproses. Foto: Enche Tjin

Dari segi preset/filter gambar, Sony punya creative look yang baru, namanya FL2 dan FL3. Varian dari FL (Film). Varian FL2 dan FL3 memberikan varian tonal yang berbeda. FL2 lebih lembut dan FL3 paling lembut tone-nya. Ketiganya memberikan warna yang sinematik dan cocok bagi penggemar sinematografi yang ingin mendapatkan hasil footage video yang sudah matang warna dan tone-nya.

Sony A7 VFoto: Enche Tjin
Sony A7 VFoto: Enche Tjin

Kinerja Autofokus dan Foto Berturut-turut

Yang menjadi andalan Sony dalam delapan tahun terakhir adalah sistem autofokusnya yang bukan hanya cepat tapi pintar dalam mendeteksi subjek. Sony A7 V punya banyak pilihan subjek seperti manusia, burung, hewan, serangga, otomotif, pesawat terbang, dan ada pilihan auto-nya.

Sony A7 VFoto: Enche Tjin
Sony A7 VFoto: Enche Tjin

Dalam pengujian saya untuk foto portrait, autofocus kamera terlihat nempel terus di mata. Saat mata tidak terlihat, autofokusnya memilih subjek yang lain. Tapi sekali wajah dan mata kelihatan, langsung mengunci lagi ke mata. Sistem autofokus paling efektif jika menggunakan focus area wide, supaya kamera menggunakan semua area fokusnya yang jumlahnya 759 titik mencakupi sampai tepi frame foto/video.

Sony A7 V mampu memotret 30 foto per detik dengan mode electronic shutter, dan pre-capture burst, yang mana kamera akan merekam foto berturut-turut selama 0,3 sampai maksimal 1 detik selama kita menekan setengah tombol shutter. Saat shutter ditekan penuh, kamera akan merekam gambar sehingga mempermudah untuk mendapatkan momen puncak, ideal untuk foto aksi yang sulit diprediksi seperti saat burung akan terbang, atau saat olahragawan menembak.

Video dan Stabilizer

Secara desain, kamera ini lebih dirancang untuk fotografi, tapi spek videonya juga tinggi mencapai 4k 60p, untuk 4K 120p (APS-C mode). Bagi yang ingin memproses video dan color grading kamera ini juga dapat merekam 10 bit 4:2:2 langsung ke memory card.

Sony A7 VFoto: Enche Tjin

Untuk stabilizer di videonya, ada beberapa pilihan dari off, Standard, Active sampai paling stabil yaitu Dynamic Active. Sesuai namanya, mode Dynamic Actuve cocok buat merekam video sambil jalan tanpa stabilizer eksternal seperti gimbal. Tapi semakin kuat stabilizernya, semakin dalam cropping-nya. Yang active sekitar 1,1x, dan yang dynamic 1,3x.

Saya sempat coba dynamic stabilizernya dengan menggerakan kamera di tempat dan juga sambil jalan. Hasilnya stabil seperti menggunakan gimbal. Cocok bagi videografer yang syuting dengan gaya 'run and gun.'

Sayangnya, Sony A7 V tidak bisa merekam open gate, artinya kamera ini tidak bisa merekam menggunakan keseluruhan bidang image sensor atau 3:2. Yang membutuhkan fitur open gate perlu melirik lini kamera Cinema Sony yang lebih fokus ke videografi seperti Sony FX3/FX30 atau Sony A7S III. Tapi secara umum, ketajaman video 4K hasil oversample dari 7K ini mestinya sudah memuaskan sebagian besar creator dan videografer.

Cocok Buat Siapa?

Seperti seri Sony A7 lainnya, A7 V ini cocok untuk berbagai jenis fotografi dan videografi. Untuk fotografer olahraga yang budgetnya terbatas, A7 V sudah mencakupi 90% kebutuhan, meskipun tidak sebaik A1 II, atau A 9III, tapi A7 V jauh lebih terjangkau. Sony A1 II dan A9 III hampir mencapai Rp 100 juta.

Fotografer portrait dan wedding juga cocok menggunakan kamera ini karena autofokus dan kinerjanya sudah sangat bisa diandalkan dan resolusinya cukup untuk cropping atau cetak foto yang cukup besar.

Selain itu, content creator atau videografer juga menurut saya akan senang dengan kamera ini karena bisa merekam video panjang dengan kualitas yang bagus, juga memiliki banyak fitur yang memudahkan untuk syuting videografi dari pemula atau profesional dengan adanya fitur seperti Creative Look dan Log-Gamma.

Yang kurang cocok adalah fotografer yang membutuhkan kamera dengan resolusi sangat tinggi, misalnya foto landscape, foto komersial, kemungkinan Sony A7R V yang resolusinya 61 MP akan lebih cocok. Bagi videografer atau creator full-time yang membutuhkan kamera dengan spek video yang maksimal, seperti merekam 4K 120p tanpa crop dengan desain yang mudah di rig/dipasang dengan aksesoris lainnya, lebih baik kamera lini cinema Sony, seperti seperti Sony FX3.

Sony A7 V telah diumumkan secara global tanggal 2 Desember 2025 dan kini sudah hadir di Indonesia dengan harga resmi Rp43.499.000 untuk body-only.




(rns/rns)








Hide Ads