Ditemukan Nenek Moyang Reptil, Hidup 310 Juta Tahun Lalu

Ditemukan Nenek Moyang Reptil, Hidup 310 Juta Tahun Lalu

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 23 Jul 2021 11:00 WIB
Reptil
Ditemukan Nenek Moyang Reptil, Hidup 310 Juta Tahun Lalu. Foto: Live Science
Jakarta -

Para ahli menemukan reptil bertubuh panjang dan berliku-liku yang hidup sekitar 310 juta tahun lalu. Nenek moyang reptil ini dinamai Joermungandr bolti, terinspirasi dari ular raksasa legendaris dalam mitologi Viking yang pernah bertarung melawan Thor sang dewa guntur.

Tapi berbeda dengan mitos Jormungandr Viking yang berukuran raksasa hingga digambarkan sanggup menyelimuti Bumi, reptil kuno J. bolti yang ditemukan ini hanya berukuran beberapa inci panjangnya.

Makhluk ini adalah mikrosaurus alias kadal kecil, merupakan kelompok reptil awal yang termasuk di antara vertebrata (hewan bertulang belakang) pertama yang berevolusi di darat.

J. bolti memiliki tubuh ramping memanjang dengan tungkai pendek dan tengkorak tumpul. Fosilnya terawetkan dengan baik sehingga mempertahankan tekstur sisik khusus yang menyerupai sisik untuk pengusir kotoran pada reptil modern. Fitur-fitur pada tubuhnya menunjukkan mikrosaur kecil ini menggali terowongan di bawah tanah dan merayap seperti ular.

Dikutip dari Live Science, saat ini fosil mikrosaurus tersebut disimpan di Chicago's Field Museum. Fosil ini berasal dari Mazon Creek di Illinois, di mana terdapat endapan yang telah mengawetkan banyak fosil organisme lengkap atau hampir lengkap yang berasal dari periode Karbon (sekitar 359 juta hingga 299 juta tahun lalu).

Menurut Museum of Paleontology University of California, Berkeley, microsaurus mewakili beberapa fosil amniota tertua, vertebrata yang mengembangkan embrio dalam telur berisi cairan dengan banyak lapisan membran.

"J. bolti ('bolti' adalah sebutan untuk mendiang ahli paleontologi John R. Bolt, kurator emeritus fosil amfibi dan reptil di Field Museum) adalah mikrosaurus dari kelompok bernama Recumbirostra, yang hidup sekitar 40 juta hingga 50 juta tahun, yakni dari pertengahan Karbon hingga Permian awal, sekitar 299 juta hingga 251 juta tahun yang lalu," kata penulis utama studi Arjan Mann, pascadoktoral paleobiologi di Smithsonian National Museum of Natural History di Washington, DC.

Mann mengatakan, sebagian besar fosil dalam kelompok mikrosaurus ini berasal dari Permian, jadi J. bolti mengungkap pandangan sekilas tentang mikrosaurus sebelumnya.

"Tubuhnya yang berukuran hanya 1,9 inci dari hidung ke ujung ekor, ramping, silindris dan relatif halus, dengan anggota badan yang gemuk dan tulang ekor meruncing yang mengisyaratkan ekornya pendek dan bulat, mirip dengan morfologi ekor beberapa tokek modern dan beberapa kadal yang menggunakan ekornya untuk menyimpan lemak," tulis para peneliti studi ini.

Mann menyebutkan, fitur sisik yang oval dan bergerigi menutupi tubuh, serta tengkorak yang kuat dengan beberapa tulang yang menyatu, kemungkinan membantu mikrosaurus ini menahan tekanan penggalian.

"Kami pikir ini adalah sesuatu seperti burrower headfirst; kepala akan memukul ke dalam tanah untuk menggali lubang seperti reptil modern. Bentuk memanjang J. bolti akan memungkinkan microsaurus menggeliat di atas tanah seperti ular, dan sisiknya tampaknya memiliki pola yang mirip dengan apa yang kita lihat pada sisik reptil (penggali) fosil modern, yang mungkin digunakan untuk melepaskan kotoran," jelasnya.

Jika mikrosaurus memang merupakan amniota awal, bentuk mirip ular J. bolti (dan bentuk tubuh memanjang dari mikrosaur lainnya) menawarkan perspektif baru tentang seberapa cepat tubuh hewan terdiversifikasi begitu mereka merangkak ke daratan kering dari laut.

"Kebanyakan amniota awal terlihat seperti kadal kecil, dan interpretasi terkini dari catatan fosil menunjukkan bahwa transisi ke bentuk yang lebih beragam berlangsung lambat. Namun, J. bolti dan mikrosaurus bertubuh panjang lainnya mengungkapkan sebaliknya," tutup Mann.



Simak Video "Bermain dengan Reptil di Pasar Burung Ngasem Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)