4 Cerita Mereka yang Mengalami Mati Suri - Halaman 2

4 Cerita Mereka yang Mengalami Mati Suri

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 26 Feb 2021 07:15 WIB
Heart monitor
Pengalaman mati suri, berikut ini sejumlah kisah orang-orang yang mengalaminya. Foto: Getty Images

3. Meninggal setelah jalani 10 operasi dalam sehari

Bintang reality TV The Hills, Heidi Montag punya banyak pengalaman terkait operasi plastik. Bahkan ia pernah mati suri karena operasi plastik.

Tahun 2019, Heidi menjalani 10 prosedur kecantikan termasuk sedot lemak dan implan payudara dalam sehari. Ia mengaku menyesal melakukannya dan ternyata mati suri adalah alasannya.

Heidi saat itu diberikan obat penghilang rasa sakit, setelahnya jantungnya berhenti berdetak. Tim dokter bahkan mengatakan kepada sang suami bahwa Heidi sudah tak lagi bisa bertahan hidup.

"Spencer (suami Heidi Montag) berpikir dia akan kehilanganku. Aku sempat mati sebentar. Dengan banyaknya operasi, aku sampai dijaga suster selama 24 jam dan Spencer tidak ingin meninggalkanku," ungkapnya kepada majalah Paper.

4. Terasa seperti meninggalkan tubuh

Pembicara publik Anita Moorjani menceritakan pengalamannya mati suri kepada TODAY. Ia yang didiagnosis mengalami limfoma pada tahun 2002 ini telah berjuang melawan kanker sampai akhirnya dia jatuh koma di Februari 2006. Dia mengatakan saat itu dia telah meninggal dan menyeberang ke alam baka.

"Saya merasa seolah-olah saya berada di atas tubuh saya. Sepertinya saya memiliki penglihatan periferal 360 derajat dari seluruh area sekitar. Tapi tidak hanya di ruangan tempat tubuh saya berada, tapi di luar ruangan," kisahnya.

Menurut Moorjani, penulis buku 'Dying To Be Me', dia dipertemukan kembali dalam keadaan itu dengan mendiang ayahnya, yang menyuruhnya untuk kembali.

"Dia mengatakan bahwa saya telah pergi sejauh yang saya bisa, dan jika saya melangkah lebih jauh, saya tidak akan bisa kembali. Tapi saya merasa saya tidak ingin kembali, karena itu sangat indah. Sungguh luar biasa, karena, untuk pertama kalinya, semua rasa sakit telah hilang," ungkapnya.

Namun karena ia merasa bahwa penyakitnya akan sembuh dengan cepat setelah pengalaman ini, ia pun memutuskan untuk kembali.

"Dalam empat hari, tumor saya menyusut 70 persen, dan para dokter terkejut. Dan saya terus memberi tahu semua orang bahwa, 'Saya tahu saya akan baik-baik saja. Saya tahu ini bukan waktunya saya mati'," tutupnya.

(ask/afr)