Jala Lintas Media Group (JLM) mengintensifkan ekspansinya ke pasar internet rumah Jakarta, segmen yang dikenal padat pemain dan sangat kompetitif. Melalui anak usahanya, Bnetfit, JLM membidik peluang di tengah tingginya penetrasi internet dan kebutuhan konektivitas masyarakat urban yang terus meningkat.
Mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2025 mengungkapkan penetrasi internet di DKI Jakarta mencapai 91,35%. Bnetfit memandang pasar fixed broadband di ibu kota ini dinilai masih menyimpan ruang pertumbuhan.
Masuknya Bnetfit ke Jakarta di awal 2026 menandai langkah JLM untuk lebih agresif di layanan ritel, melampaui peran tradisionalnya sebagai penyedia infrastruktur dan wholesale.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah persaingan para pemain besar di Jakarta, JLM mengandalkan model bisnis berbasis open access fiber sebagai pembeda, di mana Bnetfit memanfaatkan infrastruktur jaringan JLM yang sudah terbangun, sehingga ekspansi dapat dilakukan dengan efisiensi biaya dan waktu.
Pendekatan tersebut memungkinkan Bnetfit menekan beban belanja modal, sekaligus memberi fleksibilitas dalam bersaing di harga dan layanan.
CEO Jala Lintas Media, Victor Irianto, menyebut Jakarta sebagai pasar strategis sekaligus medan uji bagi model bisnis perusahaan. Menurutnya, tingginya penetrasi internet sebagaimana dicatat APJII menunjukkan bahwa permintaan bukan lagi soal akses, melainkan kualitas layanan.
"Jakarta adalah pasar yang sangat matang secara digital. Tantangannya bukan membuat orang terkoneksi internet, tapi menyediakan layanan yang stabil, relevan, dan sesuai dengan gaya hidup digital masyarakat urban," ujarnya dikutip dari pernyataan tertulisnya, Minggu (11/1/2026).
Selain faktor harga dan kualitas jaringan, persaingan ISP di Jakarta juga semakin bergeser ke aspek brand dan kedekatan dengan komunitas. Konsumen tidak lagi semata memilih berdasarkan kecepatan, tetapi juga identitas merek, layanan purna jual, dan keterhubungan dengan aktivitas digital sehari-hari.
Sebagai langkah strategis yang mulai ekspansi pasar internet rumah di Jakarta, Bnetfit menjalin kerja sama dengan klub basket profesional Hangtuah Jakarta, sebagai Official Internet Provider. Kolaborasi ini ditempatkan sebagai bagian dari strategi penetrasi pasar, bukan sekadar sponsorship olahraga.
Bnetfit, merek layanan internet rumah yang dikelola oleh PT Omega Media Global, menjalin kerja sama dengan klub basket profesional Hangtuah Jakarta. Foto: Bnetfit |
Direktur PT Omega Media Global (Bnetfit), Yohanes Noercahya, menilai olahraga, khususnya basket, memiliki irisan kuat dengan segmen urban dan generasi muda yang menjadi target pasar internet rumah di Jakarta.
"Di pasar dengan penetrasi internet tinggi seperti Jakarta, diferensiasi menjadi kunci. Kolaborasi dengan komunitas dan olahraga menjadi cara untuk membangun kedekatan dan relevansi brand," kata Yohanes.
(agt/agt)
