OpenAI mengumumkan putaran pendanaan senilai USD 110 miliar (Rp 1.848 triliun), jumlah yang ukurannya lebih dari dua kali lipat dari penggalangan dana terakhirnya setahun lalu, yang juga rekor bagi sebuah perusahaan teknologi swasta.
Amazon berinvestasi USD 50 miliar, Nvidia USD 30 miliar, dan SoftBank berinvestasi USD 30 miliar dalam putaran tersebut. Investasi ini mendongkrak valuasi OpenAI menjadi USD 730 miliar, lonjakan besar dari valuasi USD500 miliarnya pada pembiayaan di bulan Oktober. Investor lain diperkirakan akan bergabung seiring berjalannya putaran pendanaan ini.
"Kami sangat bersemangat dengan kesepakatan ini. AI akan hadir di mana-mana. Ini mengubah seluruh ekonomi, dan dunia membutuhkan banyak daya komputasi kolektif untuk memenuhi permintaan tersebut," kata Sam Altman, CEO OpenAI yang dikutip detikINET dari CNBC, Selasa (3/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain partisipasinya dalam putaran pendanaan, Amazon mengumumkan kemitraan strategis dengan OpenAI. Kedua perusahaan akan mengembangkan model-model khusus yang akan membantu mendayagunakan aplikasi Amazon untuk pelanggan. Investasi Amazon di OpenAI dimulai dengan komitmen awal USD 15 miliar, diikuti USD 35 miliar lagi beberapa bulan mendatang ketika syarat-syarat tertentu terpenuhi.
"Saat ini masih sangat awal di ruang AI, dan OpenAI memulainya dengan luar biasa," kata CEO Amazon Andy Jassy kepada "Squawk Box" pada hari Jumat. "Kami yakin, mereka akan menjadi salah satu pemenang yang sangat besar dalam jangka panjang. Saya pikir kami dapat banyak membantu mereka sebagai bagian dari kemitraan ini."
OpenAI pengumuman ini sama sekali tidak mengubah ketentuan dari kemitraannya dengan Microsoft, salah satu penyokong dana perusahaan rintisan tersebut sejak 2019. Kedua perusahaan menyatakan kemitraan mereka tetap kuat.
Dalam tiga tahun lebih sejak meluncurkan ChatGPT, OpenAI telah mendefinisikan era kecerdasan buatan generatif. Namun, perusahaan tersebut harus terus menarik dana tunai untuk membiayai ambisinya, terutama untuk membayar unit pemrosesan grafis (GPU), serta infrastruktur lainnya.
Meski OpenAI memimpin pasar AI konsumen, mereka menghadapi persaingan yang semakin ketat dari Gemini milik Google, dan sedang berusaha meningkatkan penawarannya bagi pasar korporasi, di mana saingannya Anthropic, telah memimpin lebih awal.
OpenAI memproyeksi total pendapatannya pada tahun 2030 akan mencapai lebih dari USD 280 miliar, dengan kontribusi hampir seimbang dari bisnis konsumen dan korporasinya.
(fyk/rns)

