Dalam pidatonya di Lomonosov Moscow State University kepada para mahasiswa, Jack Ma memberi pesan menohok tentang '99,9% orang tidak punya masa depan'. Terkesan pahit, namun sebenarnya ada makna dalam di balik pesan itu.
Jack Ma memulai dengan berbicara langsung kepada mahasiswa yang hadir di ruangan. Ia tahu bahwa bahkan orang-orang yang paling berpendidikan pun merasa cemas tentang masa depan. Jadi ia menasehati mereka terkait rasa takut.
"Jika kalian dari Universitas Moskow tidak dapat menyelesaikan masalah ini, jika kalian khawatir, seluruh dunia, 99,9% orang di dunia tidak memiliki masa depan," terangnya, dikutip detikINET dari Money Control.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Intinya sederhana, apabila orang-orang muda yang paling cerdas dan paling mampu justru menyerah pada rasa takut serta keputusasaan, maka tidak ada alasan untuk mengharapkan orang lain untuk menyelamatkan dunia. Namun tak sampai di sana, Ma segera memberi mereka panduan untuk menyelesaikan masalah itu.
"Bersikaplah positif. Bersiaplah untuk itu," tegas Ma.
Bos Alibaba itu mendesak mahasiswa untuk tidak membuang energi pada rasa khawatir. Ma menambahkan untuk mulai saja dulu tanpa berpikir terlalu jauh.
Bagi Jack Ma, peralihan dari rasa takut ke tindakan adalah segalanya. Ia tidak percaya pada sikap berdiam diri dan menunggu masa depan tiba. Sebaliknya, ia merekomendasikan agar orang-orang melihat langsung apa yang ditakuti orang lain.
Seperti yang ia katakan, "Ketika orang khawatir, bukalah pintunya, lihat apa yang mereka khawatirkan, dan mereka akan menyelesaikan masalahnya". Dengan kata lain, setiap kekhawatiran di dunia sebenarnya adalah sebuah peluang.
Nah, kalau sekarang orang takut kehilangan pekerjaan karena mesin, itu adalah masalah yang harus dipecahkan. Jika mereka cemas tentang perubahan, itu adalah celah yang harus diisi. Tugas anak muda yang berpendidikan dan cakap bukanlah untuk menghindari kekhawatiran ini, tetapi untuk menghadapinya, memahaminya, dan membangun solusi.
(ask/ask)

