Jack Ma punya pesan untuk guru-guru di pedesaan. Ia meminta guru-guru untuk mengubah cara mengajar di era kecerdasan buatan (AI) agar lebih mengutamakan rasa ingin tahu dan kreativitas.
Dalam pernyataan yang dirilis oleh Jack Ma Foundation, pendiri Alibaba ini mengatakan munculnya era AI juga menghadirkan tantangan bagi pendidikan di pedesaan, tapi juga memberikan kesempatan untuk kembali ke dasar-dasar pendidikan.
"Di era AI, pertanyaannya bukan lagi apakah kita harus menggunakan AI tapi bagaimana mengajarkan anak-anak kita untuk menggunakan AI dengan benar," kata Ma kepada para guru dalam video konferensi, seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (31/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendidikan seharusnya tidak lagi berfokus pada membuat anak-anak bersaing dengan AI dalam hal hitung-hitungan dan daya ingat. Sebaliknya, kita harus membantu anak-anak mempertahankan rasa ingin tahu, karena ingin tahu adalah sumber dari 'kekuatan komputasi," sambungnya.
Sejak tahun 2015, Ma telah bertemu dengan 100 peserta program Rural Teachers Initiative yang diselenggarakan yayasannya. Program ini mencari guru-guru pedesaan yang menjanjikan di seluruh China untuk diberikan pendanaan dan pelatihan profesional.
Komentar terbarunya tentang dampak AI terhadap pendidikan di pedesaan muncul sebagai tanggapan atas pandangan peserta program tahun ini yang khawatir sistem pendidikan pedesaan akan tertinggal di era AI.
"Kesenjangan sebenarnya di era AI bukan kesenjangan teknologi, melainkan kesenjangan di rasa ingin tahu, imajinasi, kreativitas, penilaian, dan kolaborasi," ucap Ma.
"Di era AI, sistem pendidikan kita tidak boleh memiliki target agar seribu siswa memberikan jawaban benar yang sama, melainkan untuk mengajarkan seribu siswa agar mengajukan sepuluh ribu pertanyaan yang berbeda dan berkualitas," imbuhnya.
Dalam komentar publik terakhirnya di ajang Alibaba Cloud pada April 2025, Ma mengatakan tanggung jawab pakar teknologi bukanlah untuk mengembangkan sistem AI yang dapat menggantikan manusia, melainkan membuat AI yang bisa memahami dan melayani manusia dengan lebih baik.
Belum lama ini, Jack Ma Foundation dan startup AI Qwen menyumbangkan perangkat AI, termasuk kacamata AI Quark, kepada sekolah pedesaan di Yibin, China untuk membantu siswa menjadi lebih familiar dengan AI.
(vmp/rns)