Pendiri grup raksasa China, Alibaba Group, Jack Ma ternyata berpendapat ada yang jauh lebih penting dari perusahaannya. Jawabannya adalah sang istri tercinta, Zhang Ying (59).
Alasannya simpel, tapi tidak semua orang mampu melakukannya, setidaknya bagi Jack Ma.
"Ia selalu percaya padaku saat tidak ada orang yang percaya," kata Ma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir VN Express, Zhang (59) bertemu Ma (61) pada awal tahun 1980-an di Hangzhou Normal University, tempat keduanya menjadi mahasiswa. Zhang menonjol karena parasnya yang cantik, kecerdasan, dan keunggulan akademiknya, sehingga ia dikagumi banyak orang.
Saking banyaknya yang naksir, pada suatu kesempatan, seorang mahasiswa laki-laki yang famous rela berdiri di bawah hujan di luar asramanya pada hari ulang tahun Zhang. Nah, itu lah saingan Jack Ma.
Meskipun Jack Ma biasa saja, Ma berhasil menarik perhatian sang primadona (walaupun sempat ditolak). Kepercayaan dirinya membuat Zhang terkesan, dan ia juga memperhatikan kemampuan bahasa Inggrisnya yang luar biasa. Apalagi, saat itu Jack Ma sesekali bekerja sebagai pemandu wisata untuk pengunjung asing.
"Dia bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan pria tampan," aku Zhang.
Pasangan itu akhirnya menikah pada tahun 1988, ketika keduanya bekerja sebagai guru bahasa Inggris.
Saat Ma memutuskan pada tahun 1995 untuk meninggalkan pekerjaan mengajarnya yang stabil dan memulai bisnisnya sendiri, Zhang sepenuhnya mendukungnya. Ia menginvestasikan tabungan keluarganya dan tetap setia kepadanya. Bahkan ketika usaha pertamanya, China Pages, sebuah platform e-commerce awal, dituduh sebagai penipuan.
Ketika Alibaba didirikan pada tahun 1999, Zhang termasuk yang pertama berpartisipasi. Dia membantu mengelola operasi administrasi dan logistiknya. Meskipun bukan pemegang saham, ia menyeimbangkan tanggung jawab keluarga dengan mendukung perusahaan dengan menangani masalah penggajian, memasak, sampai memotivasi suami dan tim pendiri selama masa-masa sulit.
Ma menggambarkannya sebagai 'komisaris politik' tim, memberikan stabilitas dan jaminan ketika menghadapi kesulitan.
Pada tahun 2002, Zhang mengundurkan diri sebagai manajer umum kantor pusat Alibaba di China untuk membantu putranya yang berusia 10 tahun mengatasi kecanduannya pada game elektronik. Ia membimbing putranya agar tidak menghabiskan waktu berlebihan di warnet dan membantu meningkatkan prestasi akademik serta karakternya.
Walau jarang tampil di depan publik, Zhang tetap dikagumi dan diingat karena kerendahan hati dan pengorbanan untuk suaminya Jack Ma.
(ask/ask)