Bukan Mars, Ilmuwan Usul Manusia Tinggal di Planet Ceres

Bukan Mars, Ilmuwan Usul Manusia Tinggal di Planet Ceres

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 21 Jan 2021 05:45 WIB
Ilustrasi habitat manusia
Ilustrasi habitat manusia di antariksa. Foto: Live Science
Jakarta -

Planet Mars sering disebut sebagai kandidat terbaik andai manusia suatu saat harus tinggal di luar Bumi. Mars memang cukup dekat dan mungkin dulu pernah mendukung kehidupan. Akan tetapi menurut ilmuwan ini, planet mini yang bernama Ceres adalah lokasi yang lebih ideal.

Pakar dari Finnish Meteorological Institute, Pekka Janhunen, menyatakan habitat manusia bisa berupa pesawat antariksa berbentuk silinder yang terhubung dengan frame berbentuk piringan. Pesawat ini bisa berjumlah ribuan dan secara permanen berada di orbit Ceres.

Tiap habitat itu bisa menampung sampai 50 ribu orang, mendukung atmosfer buatan dan punya gravitasi seperti di Bumi berkat data sentrifugal dari rotasinya. Selain itu, ada fasilitas pertanian sebagai sumber makanan.

Ceres sendiri merupakan benda antariksa terbesar di sabuk asteroid yang berada di antara Planet Mars dan Jupiter. Kenapa Pekka mengajukan Ceres sebagai kandidat tempat tinggal masa depan manusia? Ada beberapa alasan.

Pertama, jaraknya tidak jauh beda daripada antara Bumi ke Mars, sehingga perjalanan ke sana relatif mudah. Kemudian, Planet Ceres kaya akan nitrogen yang merupakan elemen krusial di atmosfer buatan.

Sumber daya alam yang ada di Ceres mungkin juga dapat diangkat ke lokasi habitat manusia di orbit untuk dimanfaatkan. Semua faktor tersebut menurut Pekka merupakan kondisi ideal bagi manusia untuk berada di luar angkasa tanpa mengorbankan kesehatan.

"Kecemasan saya adalah anak-anak yang berada di Mars tidak akan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat karena gravitasinya terlampau rendah. Karenanya, saya mencari alternatif yang akan menyediakan gravitasi seperti di Bumi," cetus Pekka yang dikutip detikINET dari Live Science, Kamis (21/1/2021).

Namun demikian, ide tinggal di sekitar Planet Ceres itu tentunya ada berbagai halangannya. Misalnya, dibutuhkan teknologi sangat tinggi dan waktu pembangunan yang kemungkinan juga sangat lama.



Simak Video "Setelah Uni Emirat Arab, Wahana China Ikutan Tiba di Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)