Kenalkan, Wanita yang Hadirkan Obat Antivirus ke Dunia

Kenalkan, Wanita yang Hadirkan Obat Antivirus ke Dunia

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 01 Sep 2020 11:37 WIB
Traitement possible par Remdesivir pour traiter le coronavirus Covid-19
Gertrude 'Trudy' Elion penemu obat antivirus. Foto: National Geographic
Jakarta -

Remdesivir berfungsi menghambat kemampuan virus untuk menggandakan diri dan menyebar. Sekarang, obat antivirus ini digunakan untuk mengobati herpes, hepatitis, HIV, Ebola, dan terbukti bisa mempercepat pemulihan pasien COVID-19.

Namun tahukah kalian, beberapa dekade lalu, sebagian besar ilmuwan meragukan cara kerja obat seperti Remdesivir, bahkan mengatakan tidak mungkin. Menurut mereka, mustahil partikel parasit kecil yang sepenuhnya bergantung pada sel inang untuk bereproduksi dapat dihambat tanpa membahayakan sel itu sendiri. Berkat jasa seorang wanita bernama Gertrude 'Trudy' Elion, dunia memiliki obat antivirus yang kini digunakan untuk menangani banyak penyakit.

Lahir pada tahun 1918 di Manhattan, New York, Amerika Serikat, Elion menjawab bias gender di dunia kedokteran dengan memenangkan Nobel di bidang Fisiologi dan Kedokteran pada 1988. Dia adalah wanita kelima yang mendapatkan kehormatan ini.

Saat itu dia berbagi penghargaan dengan rekan lamanya George Hitchings, yang mempekerjakannya pada tahun 1944 untuk bergabung dengan lab biokimia di perusahaan farmasi Burroughs Wellcome. Setelah Hitchings pensiun dari penelitian aktif pada tahun 1967, Elion memulai sesuatu yang dia gambarkan sebagai 'pengembaraan antivirus'.

Seperti dikutip dari National Geographic, saat itu, Elion sudah bosan menjadi junior dan dipandang sebelah mata. Dia akhirnya memanfaatkan kesempatan itu untuk mengasah dan mengembangkan pengetahuannya.

Elion baru berusia 19 tahun ketika dia lulus dengan summa cum laude dari Hunter College pada tahun 1937, dengan gelar sarjana kimia. Orangtuanya, imigran dari Eropa Timur, bangkrut akibat krisis ekonomi berkepanjangan di tahun tersebut sehingga tidak dapat membiayai pendidikan pascasarjana putri mereka. Lebih buruk lagi, sepintar apapun Elion, laboratorium penelitian tidak akan mempekerjakan wanita pada masa itu. Padahal, dia memenuhi syarat untuk posisi yang dilamar.

Meski demikian, Elion tetap bersikeras. Dia mengambil beberapa pekerjaan paruh waktu dan menabung. Dia bekerja sebagai analis makanan untuk toko bahan makanan, menjawab telepon di kantor dokter, dan mengajar kimia di sekolah menengah kota New York sambil mengejar gelar masternya di New York University setiap malam dan akhir pekan.

Hingga tahun 1970-an, sebagian besar obat baru ditemukan dengan cara coba-coba atau secara kebetulan. Sebut saja penemuan penisilin yang tak disengaja oleh Alexander Fleming. Obat ini kemudian merevolusi pengobatan infeksi bakteri.

Contoh lainnya adalah percobaan yang dilakukan ahli bedah tentara Prancis, Henri Laborit. Dia menemukan obat bius yang disebut klorpromazin memiliki efek menenangkan pada pasien skizofrenia. Cara ini kemudian menjadi yang pertama dari serangkaian terobosan dalam pengobatan psikiatri.