3 Hal Mengejutkan Stephen Hawking, Sempat Ragukan Black Hole

3 Hal Mengejutkan Stephen Hawking, Sempat Ragukan Black Hole

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 27 Jul 2020 09:53 WIB
Ilustrasi fokus (bukan buat insert) Stephen Hawking meninggal dunia (Zaki Alfarabi/detikcom)
Stephen Hawking dan fakta menarik darinya. Foto: (Zaki Alfarabi/detikcom)
Jakarta -

Nama Stephen Hawking, fisikawan ternama yang kisah hidupnya sempat difilmkan dalam 'Theory of Everything' ternyata menyimpan fakta unik. Hawking diketahui merupakan ahli yang getol membahas misteri kehidupan dari segala aspek.

Tapi siapa sangka, ada tiga hal mengejutkan yang mungkin belum kamu tahu tentang pria jenius yang meninggal akibat ALS atau Lou Gehrig's Disease ini. Berikut ini beberapa faktanya, seperti dikutip dari National Geographic.

1. Taruhan soal eksistensi black hole

Bagi mereka yang mengikuti kinerja Hawking sejak lama, yang berfokus pada misteri lubang hitam, akan sedikit mengejutkan jika mengetahui Stephen Hawking pernah bertaruh tentang eksistensi black hole atau lubang hitam.

Pada 10 Desember 1974, Hawking bertaruh dengan fisikawan Kip Throne, apakah Cygnus X-1, sumber x-ray masif di galaksi kita, adalah black hole. Awalnya keduanya yakin itu adalah lubang hitam namun Hawking mendadak berbalik arah melawan Cygnus X-1. Cygnus X-1 kini terbukti merupakan sebuah black hole.

Bertahun-tahun kemudian, Hawking memasuki taruhan terkait lubang hitam lainnya dengan fisikawan teoritis Thorne dan John Preskill di tahun 1997. Ketiganya bertaruh apakah sebuah black hole 'melahap' objek yang memuat informasi yang disandikannya atau tidak. Thorne dan Hawking bertaruh bahwa lubang hitam memang menghancurkannya -- dan ini melanggar prinsip mekanika kuantum. Preskill tidak setuju.

Pada tahun 2004, Hawking mengakui kekalahannya dalam taruhan dan membelikan Preskill sebuah ensiklopedia bisbol sebagai hadiah. Hawking kemudian mencoba mencari tahu bagaimana cara kerja lubang hitam dan membuat kemajuan penting dalam studi 2016 dalam Physical Review Letters. Namun paradoksnya tetap belum terpecahkan.

2. Bahaya alien

Hawking berulang kali memperingatkan tentang bahaya umat manusia bertemu peradaban asing. Dalam seri dokumenter 2010-nya 'Into the Universe with Stephen Hawking', ia mengatakan bahwa peradaban alien yang cukup maju bisa saja mengunjungi Bumi dan mungkin bisa menimbulkan pertikaian.

"Alien canggih seperti itu mungkin akan menjadi nomaden, mencari planet apa pun yang bisa mereka capai untuk mereka taklukkan dan jajah. Siapa yang tahu apa batasnya?" ujarnya.

3. AI, bencana atau berkah?

Hawking juga menyuarakan kekhawatiran akan potensi dan kerugian dari kecerdasan buatan (AI). Dia mengkhawatirkan AI dapat menimbulkan ancaman eksistensial bagi kemanusiaan.

"Pengembangan kecerdasan buatan penuh bisa menjadi akhir dari umat manusia," katanya dalam wawancara dengan BBC di 2014.

"AI akan berkembang sendiri dan mendesain ulang dirinya sendiri pada tingkat yang semakin canggih. Manusia, yang dibatasi oleh evolusi biologis yang lambat, tidak bisa bersaing, dan akan digantikan," sambungnya.

Namun, Hawking menekankan bahwa AI tidak selalu buruk. Dalam sebuah pidato di tahun 2016, sebagaimana dilaporkan oleh Guardian, Hawking menyadari adanya manfaat besar tak terelakkan dari AI.

"Potensi dari menciptakan kecerdasan buatan sangat besar. Setiap aspek kehidupan kita akan diubah," tuturnya.



Simak Video "Rekomendasi Film Action Kisah Nyata"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)