7 Fakta Menarik tentang Lubang Hitam

7 Fakta Menarik tentang Lubang Hitam

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 11 Feb 2020 06:01 WIB
Lubang hitam raksasa mungkin mengintai di lebih banyak jantung galaksi daripada yang selama ini kita perkirakan. (Foto: NASA, ESA, D Coe, J Anderson, R. van der Marel, STScI)
7 Fakta Menarik tentang Lubang Hitam. Foto: NASA, ESA, D Coe, J Anderson, R. van der Marel, STScI
Jakarta -

Bayangkan sebuah tempat di mana semua benda bisa terhimpit dengan sangat ketat sehingga tak ada satu pun yang bisa lolos, termasuk planet, Bulan bahkan cahaya. Apapun yang ada di dekatnya akan tersedot.

Deskripsi di atas adalah penggambaran black hole atau lubang hitam pada umumnya. Tapi, bagaimana sih sebenarnya lubang hitam bisa terbentuk? Berikut ini adalah 7 fakta tentang lubang hitam seperti dikutip dari Brainberries.

1. Pertama kali ditemukan pada 1960-an

Lubang hitam yang pertama kali ditemukan bernama Cygnus X-1, di tahun 1960-an. Namun di awal-awal penemuannya, Cygnus X-1 belum diidentifikasi sebagai lubang hitam, setidaknya selama satu dekade. NASA kemudian menyatakan bahwa Cygnus X-1 punya ukuran sekitar 10 kali lebih besar dari Matahari kita. Terdapat bintang raksasa di dekatnya yang sekitar 20 kali lebih besar dari Matahari kita, 'berdarah-darah' karena emisi sinar-X besar-besaran yang berasal dari lubang hitam tersebut.

2. Wujudnya tak kasat mata

Sesuai namanya, lubang hitam itu 'hitam', yang berarti tidak ada cahaya yang dapat menghindarinya. Ini berarti, tidak mungkin untuk melihat atau merasakan lubang hitam menggunakan suatu instrumen.

Kuncinya, menurut NASA, untuk benar-benar bisa melihat lubang hitam adalah mempelajari efeknya terhadap lingkungan di sekitarnya. Hal ini bisa terlihat dari bintang-bintang 'terkoyak' di sekitarnya karena tarikan besar lubang hitam. Ketika hal ini terjadi, materi dari bintang itu menjadi lebih terang dan lebih panas, serta bersinar dalam sinar-X.

7 Fakta Menarik tentang Lubang HitamFoto: NASA

3. Ukurannya ada yang sebesar gunung

NASA mengatakan, setidaknya ada tiga jenis lubang hitam mulai dari 'relative squeakers' hingga lubang hitam yang mendominasi seluruh galaksi. Lubang hitam terkecil disebut Primordial, besarnya mulai dari ukuran 1 atom hingga seukuran gunung.

Lubang hitam yang paling umum adalah lubang hitam Stellar dan bisa mencapai 20 kali ukuran Matahari kita. Sejauh ini, diketahui ada puluhan lubang hitam dengan ukuran ini di galaksi Bima Sakti. Supermassive black holes atau lubang hitam supermasif, sesuai namanya, adalah lubang hitam terbesar di pusat galaksi. Ukurannya bisa lebih dari 1 juta kali dari Matahari.


4. Galaksi Bima Sakti punya lubang hitam supermasif

Galaksi Bima Sakti yang kita tinggali, punya lubang hitam supermasif di dalamnya. Lalu apakah kita berada dalam bahaya dengan keberadaan lubang hitam ini? Tenang, para astronom telah mengonfirmasi bahwa galaksi kita baik-baik saja. Meskipun Bima Sakti kita memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya, jangan panik! Kita memang berada di dekatnya meski tidak dapat melihat efeknya dari tempat kita berada.

7 Fakta Menarik tentang Lubang Hitam