Jumat, 01 Feb 2019 13:09 WIB

China Terus Rambah Antariksa, Agendakan 30 Misi Luar Angkasa

Virgina Maulita Putri - detikInet
Momen saat Change 4 Rover diluncurkan ke Bulan dengan roket Long March-3B. (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo) Momen saat Chang'e 4 Rover diluncurkan ke Bulan dengan roket Long March-3B. (Foto: REUTERS/Stringer/File Photo)
Beijing - Di awal tahun ini China sudah bikin pencapaian sejarah dengan mendarat di sisi terjauh Bulan. Itu baru permulaan dari misi-misi antariksa lainnya di 2019.

Badan antariksa China (China Aerospace Science and Technology Corporation/CASC) rupanya memiliki rencana untuk mengirimkan lebih dari 50 wahana luar angkasa dalam 30 misi yang diagendakan sepanjang tahun 2019.

Dengan 30 misi ini, China seperti ingin mengukuhkan posisi sebagai penjelajah antariksa nomor satu dengan menyaingi Amerika Serikat. Tahun lalu China memang berhasil meluncurkan 35 misi luar angkasa, mengungguli AS yang punya 30 misi antariksa.




Tahun ini, salah satu misi penting China di antariksa akan dijalani Chang'e 5 untuk mengirimkan lunar lander ke Bulan untuk mengumpulkan sampel dan kembali ke Bumi. Misi itu diagendakan berlangsung akhir tahun ini.

Dalam konferensi pers yang dilansir detikINET dari CNET, Jumat (1/2/2019), Vice President CASC Baohua Yang juga mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan roket terbaru Long March 5 pada bulan Juli tahun ini.




Roket ini nantinya akan digunakan untuk membawa misi Chang'e 5 menuju Bulan. Kendaraan luar angkasa Chang'e 5 juga akan lebih canggih dibanding pendahulunya karena terdiri dari empat elemen utama yaitu orbiter, lander, returner, dan ascender serta 15 sub-sistem.

Sampel dari Bulan yang diambil oleh Chang'e 5 kemudian akan disimpan dalam wadah tertutup dan dibawa kembali ke laboratorium di Bumi untuk dianalisis dan diteliti.




Untuk prosesnya sendiri, ascender dari Chang'e 5 akan naik dari permukaan Bulan sambil membawa sampel dan akan bergabung dengan orbiter yang mengelilingi permukaan Bulan. Kemudian keduanya akan kembali ke Bumi dan mendarat di Siziwang Banner di Mongolia.

Jika misi Chang'e 5 berhasil, itu akan menjadi pencapaian istimewa berikutnya karena belum ada lagi wahana luar angkasa yang berhasil mengembalikan sampel ke Bumi sejak wahana milik Uni Soviet, Luna 24, membawa kembali sampel batu Bulan pada tahun 1976.


(vim/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com