Sebuah perusahaan swasta membuka reservasi untuk menginap di hotel pertama di Bulan, dengan biaya sekitar USD 1 juta atau setara Rp 16,9 miliar bagi setiap calon tamu yang ingin merasakan pengalaman wisata antariksa.
GRU Space, perusahaan di balik proyek ini, mengajak investor dan pemesan awal untuk mengamankan tempat yang diklaim sebagai lokasi paling eksklusif di Tata Surya. Meski begitu, konstruksi fisik hotel di Bulan masih membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum benar benar siap digunakan wisatawan.
Reservasi tersebut bukan sekadar komitmen finansial, tetapi juga bentuk dukungan terhadap visi masa depan manusia yang dapat tinggal dan beraktivitas di luar Bumi. Proyek ini menggabungkan teknologi canggih, arsitektur luar angkasa, serta investasi swasta untuk mewujudkan pengalaman yang selama ini hanya ada dalam cerita fiksi ilmiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita hidup di masa perubahan besar di mana kita benar benar bisa menjadi spesies antarplanet sebelum kita meninggal," kata pendiri proyek sekaligus alumni University of California, Berkeley, Skyler Chan, dikutip dari Daily Galaxy.
Chan menambahkan bahwa ketertarikannya pada antariksa sudah muncul sejak kecil. Kini, kesempatan merealisasikan ketertarikan tersebut menjadi motivasi utama bagi dirinya dan tim. Peran sektor swasta dalam eksplorasi antariksa pun semakin meluas, tidak hanya terbatas pada penelitian ilmiah, tetapi juga merambah ke sektor pariwisata.
Jika proyek ini terealisasi, hotel di Bulan berpotensi menjadi pintu masuk penting bagi manusia, bukan hanya untuk berkunjung, tetapi juga untuk mendukung kegiatan ilmiah, operasi antariksa, hingga kemungkinan pemukiman jangka panjang di masa depan.
Proyek hotel pertama di Bulan ini menunjukkan bagaimana inovasi dan ambisi manusia terus mendorong batas eksplorasi, membawa gagasan fiksi ilmiah selangkah lebih dekat menjadi kenyataan. Tertarik pesan hotel di Bulan, detikers?
(rns/rns)