Stasiun TV Minta Suntik Mati TV Analog 2 November 2022 Ditunda

ADVERTISEMENT

Stasiun TV Minta Suntik Mati TV Analog 2 November 2022 Ditunda

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 24 Jun 2022 19:47 WIB
Pemerintah mewanti-wanti masyarakat untuk bersiap migrasi ke TV digital. Set top box (STB) untuk migrasi ke TV digital pun sudah mulai marak dijual di toko elektronik.
Stasiun TV Minta Suntik Mati TV Analog 2 November 2022 Ditunda. Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Para stasiun televisi yang juga penyelenggara multipleksing (mux) meminta agar penghentian siaran TV analog ke siaran TV digital atau Analog Switch Off (ASO) ditunda.

Sebagai informasi, migrasi TV analog ke digital yang diterapkan secara bertahap ini sudah dilakukan sejak 30 April hingga berakhir 2 November 2022. Adapun suntik mati TV analog tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Penyelenggara mux tersebut, yaitu Viva Group, MNC Group, Media Group, SCM Group dan Transmedia. Hal itu disampaikan mereka dalam Rapat Dengar Pendapat Panja Digitalisasi Penyiaran dengan Komisi I DPR RI, Jakarta, Kamis (23/6).

Berbagai persoalan dihadapi penyelenggara mux ini, mulai dari pembangunan infrastruktur untuk siaran TV digital yang menelan biaya besar yang kemudian di saat bersamaan diterpa pandemi COVID-19 yang bikin pendapatan stasiun TV berkurang secara signifikan.

"Di saat melaksanakan ASO ini, saya kira tidak dapat dipungkiri dunia terkena dampak COVID-19. Penerimaan penghasilan TV terkena cukup drastis, tapi kami juga harus membangun infrastruktur. Ini cukup berat di saat perekonomian seperti saat ini," ungkap Direktur MNC Group Syafril Nasution.

Hal itu diamini Media Group, yang mana merebaknya virus Corona bikin kondisi keuangan perusahaan mengalami kerugian besar. Apalagi kondisi ekonomi ke depan masih stagnan dan belum pasti.

Sedangkan bagi SCM Group menilai bahwa implementasi ASO yang dilakukan dalam dua tahun ini terbilang cukup cepat dibandingkan dengan negara lain, misalnya di Australia penghentian siaran TV analog ke siaran TV digital itu sampai memakan waktu 3,5 tahun.

Kemudian temuan masalah lain di lapangan, terjadinya perbedaan data penerima set top box gratis TV digital. Data yang penyelenggara mux terima dari Kominfo ini berbanding terbalik dengan ketika dilakukan distribusi perangkat tersebut ke masyarakat. Sebagai informasi, penerima bantuan ini adalah mereka yang termasuk keluarga rumah tangga miskin yang sesuai dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

"Masalah utama adalah data, misalnya rumah tangga miskin yang disampaikan Kominfo itu data tahun 2013, sehingga memang tidak akurat, apalagi adanya pandemi jumlah rumah tangga miskin bisa bertambah. Kebanyakan saat distribusi berbeda dengan data, penerima sudah pindah atau meninggal, hingga berada di wilayah yang tidak ada siaran TV analog atau mereka yang pakai layanan televisi berbayar," tutur Direktur Viva Group Neil R. Tobing.

Ditambah dalam proses distribusi set top box gratis sampai ke tangan penerima itu memakan biaya besar bisa mencapai sekitar Rp 20 ribu - Rp 50 ribu per rumah. Sebab, tidak hanya melakukan pengiriman, tetapi juga mesti melakukan instalasi juga sampai muncul tanda QR Code dengan estimasi biaya Rp 45 ribu - Rp 70 ribu tergantung lokasi rumah penerima bantuan.

Para penyelenggara mux juga berharap agar pemerintah yang dalam hal ini Kominfo dapat memberikan bantuan juga untuk penyediaan set top box gratis TV digital bagi rumah tangga miskin.

Dengan berbagai pekerjaan rumah di atas dalam implementasi ASO, baik itu Viva Group, MNC Group, Media Group, SCM Group dan Transmedia satu suara dan meminta penundaan penghentian siaran TV analog pada 2 November 2022.

"Dengan mempertimbangkan pengaruh pandemi yang sangat berdampak pada industri penyiaran, besarnya investasi mux siaran TV digital, dan percepatan distribusi STB, maka kami mengusulkan kepada pemerintah untuk dapat menanggung penyediaan STB untuk rumah tangga miskin," pungkas Direktur Transmedia Latif Harnoko.



Simak Video "Wilayah Jabodetabek Siap-siap Migrasi TV Analog ke Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT