2 Dari 11 Aplikasi Azan Pencuri Data Diblokir Google, Hapus Segera!

ADVERTISEMENT

2 Dari 11 Aplikasi Azan Pencuri Data Diblokir Google, Hapus Segera!

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 25 Apr 2022 12:26 WIB
Darkweb, darknet and hacking concept. Hacker with cellphone. Man using dark web with smartphone. Mobile phone fraud, online scam and cyber security threat. Scammer using stolen cell. AR data code.
2 dari 11 Aplikasi Pencuri Data Diblokir Google, Hapus Segera!. Foto: Getty Images/iStockphoto/Tero Vesalainen
Jakarta -

Google akhirnya menindak tegas dengan memutus akses dua dari 11 aplikasi pencuri data. Masyarakat Indonesia yang punya aplikasi ini, segera hapus!

Hal itu disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait perkembangan terkini 11 aplikasi pencuri data pengguna, di antaranya aplikasi Azan-Salat.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Pemadi menjelaskan bahwa saat ini Kominfo sedang berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Google Indonesia untuk memproses hasil investigasi.

"Sampai hari ini 25 April 2022, telah ada dua (dari 11 aplikasi) yang telah diputus aksesnya oleh Google, yaitu Simple Weather & Clock Widget dan Full Quran MP3 - 50+ Languages & Translation Audio," ujar Dedy kepada detikINET, Senin (25/4/2022).

Dedy menambahkan pemblokiran ke dua aplikasi tersebut karena memiliki fitur-fitur yang berpotensi melanggar prinsip-prinsip pelindungan data pribadi.

Berdasarkan data terakhir, aplikasi Simple Weather & Clock Widget dan Full Quran MP3 - 50+ Languages & Translation Audio sama-sama sudah diunduh sampai satu juta download.

Bagi masyarakat Indonesia yang sudah terlanjur mengunduh aplikasi ini, maka dianjurkan untuk dihapus segera.

Sedangkan untuk sembilan aplikasi lainnya, Dedy mengatakan proses investigasi terus dilakukan Kominfo bersama dengan Kepolisian dan Google Indonesia.

"Aplikasi-aplikasi lain masih dalam proses verifikasi hasil evaluasi selama beberapa hari terakhir," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, peneliti keamanan AppCencus menemukan aplikasi yang mengandung software development kit (SDK) yang ditanamkan untuk mengambil data sensitif dari ponsel pengguna. Bahkan, SDK ini disebut sebagai malware oleh peneliti.

Adapun data pengguna yang dicolong oleh 11 aplikasi pencuri data itu berupa nomor telepon, alamat email, informasi IMEI, data GPS, dan SSID router.

Beberapa aplikasi lainnya juga bisa melacak lokasi pengguna. Secara total, belasan aplikasi yang ketahuan mencuri data sensitif pengguna ini sudah diunduh lebih dari 60 juta kali. Apalagi di saat bulan Ramadan, makin banyak umat Muslim di dunia yang menggunakannya untuk membantu pelaksanaan ibadah.



Simak Video "Awas! Aplikasi Salat dan Azan Pencuri Data Beredar di Play Store"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT