Kominfo ke Aplikasi Azan Pencuri Data: Perbaiki atau Blokir Taruhannya!

Kominfo ke Aplikasi Azan Pencuri Data: Perbaiki atau Blokir Taruhannya!

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 23 Apr 2022 07:15 WIB
Jubir Kominfo Dedy Permadi
Kominfo ke Aplikasi Azan Pencuri Data: Perbaiki atau Blokir Taruhannya!. Foto: Kementerian Kominfo
Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberi tenggat waktu kepada 11 aplikasi pencuri data pribadi, di antaranya aplikasi Azan-Salat, untuk melakukan perbaikan. Jika tidak ada perbaikan, maka pemblokiran jadi jalan tegas pemerintah.

Disampaikan Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan apabila dalam tenggat waktu tiga hari tidak dilakukan perbaikan sistem, maka Kominfo akan bertindak tegas dengan memblokir aplikasi tersebut.

"Kominfo melakukan pendalaman itu dan menemukan bahwa memang ada fitur-fitur yang berpotensi untuk penyalahgunaan data pribadi," ujar Dedy seperti dalam pernyataan tertulisnya.

"Sehingga kami sudah menyampaikan kepada Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dari aplikasi tersebut untuk segera melakukan perbaikan sistem dan juga menutup fitur-fitur yang berpotensi untuk adanya pelanggaran pelindungan data pribadi," kata Dedy menambahkan.

Dedy mengungkapkan tenggat waktu yang diberikan Kominfo kepada aplikasi pencuri data pribadi ini dihitung sejak Kamis (21/4). Artinya, Kominfo akan menunggu sampai Minggu ini sampai ada perbaikan pada aplikasi-aplikasi tersebut.

"Jika tidak dilakukan, maka kami akan melakukan penutupan akses terhadap aplikasi-aplikasi tersebut baik di Google Play Store maupun App Store," tegasnya.

Dedy mengatakan bahwa Kementerian Kominfo telah menyampaikan secara resmi kepada 11 PSE aplikasi itu untuk mengikuti aturan perundangan-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Adapun bentuk penyampaiannya, telah disampaikan melalui surat resmi. Di antara aplikasi-aplikasi itu kami sudah memiliki daftarnya, mana aplikasi yang memang terbukti memiliki fitur mengandung potensi untuk melakukan pelanggaran data pribadi," pungkasnya.

Peneliti keamanan AppCencus menemukan aplikasi yang mengandung software development kit (SDK) yang ditanamkan untuk mengambil data sensitif dari ponsel pengguna. Bahkan, SDK ini disebut sebagai malware oleh peneliti.

Parahnya, aplikasi pencuri data pribadi pengguna itu telah diunduh jutaan kali dan yang paling banyak 10 juta kali. Artinya, sudah banyak korban dari aplikasi jahat ini.

Berikut daftar aplikasi yang dihapus Google karena ketahuan mengumpulkan data pengguna secara diam-diam:

  • Speed Camera Radar - 10 juta download
  • Al-Moazin Lite (Prayer Times) - 10 juta download
  • WiFi Mouse(remote control PC) - 10 juta download
  • QR & Barcode Scanner - 5 juta download
  • Qibla Compass - Ramadan 2022 - 5 juta download
  • Simple weather & clock widget - 1 juta download
  • Handcent Next SMS-Text w/MMS - 1 juta download
  • Smart Kit 360 - 1 juta download
  • Al Quran Mp3 - 50 Reciters & Translation Audio - 1 juta download
  • Full Quran MP3 - 50+ Languages & Translation Audio - 1 juta download
  • Audiosdroid Audio Studio DAW - Apps on Google Play - 1 juta download


Simak Video "Awas! Aplikasi Salat dan Azan Pencuri Data Beredar di Play Store"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/afr)