Suntik Mati TV Analog Dimulai, Ini Ciri TV Bisa Tangkap Siaran Digital

Suntik Mati TV Analog Dimulai, Ini Ciri TV Bisa Tangkap Siaran Digital

Agus Tri Haryanto - detikInet
Sabtu, 31 Jul 2021 11:00 WIB
Remote  Kontrol TV.  dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Suntik Mati TV Analog Dimulai, Ini Ciri TV yang Bisa Tangkap Siaran Digital. Foto: dikhy sasra
Jakarta -

Migrasi TV analog ke digital sedang berlangsung. Ada baiknya kalian memperhatikan apakah TV yang di rumah masih TV analog atau TV digital, dan ini ciri-cirinya.

Suntik mati TV analog atau yang dikenal dengan Analog Switch Off (ASO) terbagi ke dalam lima tahap, di mana saat ini sudah memasuki Tahap 1 sampai 17 Agustus 2021.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menargetkan seluruh wilayah Indonesia akan mendapatkan siaran TV digital sepenuhnya pada 2 November 2022.

Siaran TV digital ini menjanjikan kualitas gambar yang jernih, tidak ada 'semut', format TV yang lebih tersegmentasi tapi banyak salurannya, dan pastinya tidak membutuhkan jaringan internet untuk menikmati itu semua.

Mendapatkan siaran TV digital bisa dilakukan dua cara. Pertama, melalui TV yang memang sudah mendukung siaran digital. Kedua, dengan bantuan alat yang namanya set top box.

Berikut ciri-ciri TV yang bisa menangkap siaran digital, sebagai dikutip dari CNN Indonesia:

1. Bukan TV Tabung


Ciri pertama adalah bukan televisi tabung. Sudah pasti, semua TV tabung itu televisi analog. Maka dari itu, untuk menikmati siaran TV digital mesti dilengkapi dengan alat set top box tambahan.


2. TV Layar Datar Belum Tentu TV Digital


Ciri kedua, detikers harus memastikan ulang TV kalian. Walaupun bentuknya datar alias LCD/LED, tidak berarti bisa menerima siaran TV digital.

Biasanya TV yang sudah mendukung siaran digital itu yang punya fitur pencarian siaran digital. Itu bisa diketahui lewat fitur "tuning" yang memiliki opsi guna mencari siaran TV analog (ATV) atau TV digital (DTV).

Ciri pencarian saluran menggunakan fitur ATV, gambar yang diterima kurang jernih, yang biasa kita istilahkan 'bersemut'. Tapi, pencarian dengan fitur DTV langsung memberikan gambar yang jernih.

Pencarian siaran digital dengan fitur DTV dapat dilakukan secara otomatis atau manual. Untuk TV LCD atau LED yang tidak mendukung siaran digital bisa menggunakan set top box tambahan.

Halaman berikutnya terkait perangkat tambahan hingga cara mengecek siaran TV digital


3. Mendukung DVB-T2


Selain itu, ciri ketiga adalah tidak semua TV yang memiliki fitur pencarian siaran digital mendukung siaran digital di Indonesia.

Itu dikarenakan, siaran TV digital di Indonesia menggunakan standar DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial second generation).

DVB-T2 adalah alat untuk menerima siaran digital. informasi ini biasanya ada di bagian box atau tanyakan kepada penjual apakah tv tersebut sudah mendukung DVB-T2.


4. Cek Sinyal Siaran TV Digital


Ciri keempat, yaitu sebelum bisa menikmati siaran digital, pastikan bahwa kalian sudah berada di daerah yang sudah ada sinyal siaran TV digital.
Caranya, kalian tinggal gunakan antena UHF di dalam atau di luar rumah Anda.

Berikut beberapa cara yang harus dilakukan untuk mengetahui sinyal saluran TV Digital di lokasi:

  • Unduh aplikasi Sinyal TV Digital di Google Play Store atau Apple Store
  • Setelah terpasang di perangkat ponsel pintar, buka aplikasi tersebut
  • Aplikasi akan meminta izin akses lokasi Anda, kemudian pilih izinkan
  • Tampilan akan berubah menjadi peta sesuai lokasi, di tempat Anda berada
  • Di bagian kiri bawah terdapat kolom Legend. Jika dibuka, kolom tersebut akan memberikan informasi di mana lokasi sinyal tv digital dengan keterangan kua hingga lemah
  • Cek pada peta warna apa yang muncul

5. Perangkat Set Top Box


Apabila TV kalian masih belum mendukung siaran TV digital, maka bisa memakai alat Set Top Box yang banyak tersedia di toko elektronik, bahkan e-Commerce.

Harga Set Top Box ini bervariasi, tergantung dari fitur yang ditawarkan. Misalnya, Xtreamer BIEN 3 yang bisa menghadirkan berbagai siaran televisi lokal dan beberapa siaran dari luar negeri.

Kemudian ada ZTE ZXV10 B760H yang bisa membuat tv biasa jadi smart TV. STB itu menggunakan sistem operasi Android 4.4 KitKat, prosesor quad-core ARMv7, dan sudah memiliki Google Play Store untuk instalasi aplikasi dan game.
Ada pula Huawei EC6108V9 yang mirip dengan dengan ZTE ZXV10 B760H. Bedanya, Huawei EC6108V9 memiliki RAM 2GB sehingga menawarkan performa lebih baik.

Kominfo menyampaikan perbedaan TV digital dengan analog juga terletak dari kualitas gambar dan suara. TV digital jauh lebih baik dibandingkan siaran analog. Hal ini dikarenakan pancaran sinyal digital relatif stabil dan tidak menurun.

Siaran TV digital juga hanya mengenal kondisi diterima (1) atau tidak diterima (0) sinyal. Selama sinyal bisa diterima receiver, gambar dan suara konten siaran dapat dinikmati.

(agt/fyk)