Slot Orbit Satelit Satria 1 Diperpanjang, RI Lolos Denda Rp 131,1 M

Slot Orbit Satelit Satria 1 Diperpanjang, RI Lolos Denda Rp 131,1 M

Agus Tri Haryanto - detikInet
Kamis, 08 Apr 2021 12:46 WIB
Merebaknya virus Corona atau COVID-19 yang membuat perekonomian dunia jadi macet saat ini, diyakini tidak akan mempengaruhi proses peluncuran dan dioperasikannya Satelit Republik Indonesia (Satria) pada tahun 2023.
Foto: Kominfo
Jakarta -

Akhirnya, Satelit Republik Satria (Satria 1) dipastikan akan meluncur setelah Radio Regulations Board (RRB) International Telecommunication Union (ITU) menyetujui perpanjangan filing orbit satelit Satria 1 di slot orbit 146 derajat Bujur Timur.

Sebelumnya, pandemi COVID-19 yang melanda dunia, turut berdampak terhadap pengadaan dan produksi satelit Satria 1. Oktober 2020, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengajukan perpanjangan ke ITU dapat meluncurkan satelit pemerintah tersebut paling lambat kuartal keempat 2023.

Slot orbit sendiri merupakan hal yang sangat penting dalam pengoperasian satelit. Ibarat sebuah jalan dan kendaraan, maka slot orbit adalah jalan itu sendiri dan satelit adalah kendaraannya.

"Berkat doa, upaya, dan ikhtiar kerja bersama, permohonan perpanjangan masa laku filing satelit ini disetujui oleh Radio Regulations Board," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

Hasil permohonan tersebut juga dipublikasikan di website ITU pada tanggal 31 Maret 2021 dan juga disampaikan melalui surat dari Director of the Radiocommunication Bureau (Direktur BR) kepada Administrasi Telekomunikasi Indonesia pada tanggal 1 April 2021.

"Indonesia diberikan jangka waktu 7 (tujuh) bulan untuk perpanjangan izin filing orbit ini, yaitu sampai dengan 31 Oktober 2023. Hal ini sejalan dengan dukungan dari pabrikan satelit Satria 1, Thales Alenia Space," ujar Menkominfo.

Lebih lanjut, Johnny menjelaskan, pada tanggal 22-26 Maret 2021 dilaksanakan sidang RRB ITU Union secara daring. Pada pertemuan tersebut, delegasi Indonesia mengajukan proposal permohonan perpanjangan masa waktu penggunaan filing PSN-146E yang akan digunakan oleh satelit Satria 1. Permohonan ini merupakan tindak lanjut dari sidang sebelumnya pada bulan Oktober 2020.

Untuk persiapan sidang pada akhir Maret 2021 lalu, Kementerian Komunikasi dan Informatika berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) Jenewa, Bakti, serta PT PSN selaku operator satelit pengguna filing satelit.

Persiapan dimulai sejak bulan Januari sampai dengan awal Maret 2021, dengan melakukan pertemuan intensif bersama pihak-pihak tersebut sebanyak 5 (lima) kali untuk mematangkan proposal serta dokumen pendukung permohonan yang akan disampaikan pada sidang tersebut.

Menkominfo menegaskan bahwa perpanjangan filing Indonesia tidak mengubah jadwal peluncuran dan Commercial Operation Date (COD) pada kuartal 2023. Perpanjangan filing selama 7 (tujuh) bulan ini dapat menghindari biaya tambahan sebesar kurang lebih USD 9 juta atau Rp 131,1 miliar.

Proses produksi proyek SATRIA telah dimulai sejak ditandatangani Preliminary Working Agreement (PWA) antara Konsorsium PSN (PT SNT) dengan Thales Alenia Space pada tanggal 3 September 2020 lalu.

Proyek satelit Satria 1 merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Proyek Strategi Nasional.

Satelit Satria untuk memenuhi kebutuhan kapasitas satelit Indonesia, guna menyediakan akses internet pada 150.000 titik layanan publik. Karenanya, penting untuk dilakukan berbagai upaya demi suksesnya peluncuran Satria I ini.



Simak Video "Ada SpaceX Milik Elon Musk di Balik Proyek Satelit SATRIA"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)