Jumat, 04 Mei 2018 21:43 WIB

Kominfo Razia Gambar Porno di Hasil Pencarian Gambar

Adi Fida Rahman - detikInet
Ilustrasi. Foto: Muhammad Ridho Ilustrasi. Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Upaya pemerintah memblokir konten porno di dunia maya makin gencar dilakukan. Setelah ribuan url situs dewasa, ke depan mereka akan menangkal munculnya foto porno di hasil pencarian gambar.

Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan saat ini pihaknya sudah berhasil memblokir alamat situs porno pada hasil pencarian internet. Tapi tidak demikian dengan hasil pencarian gambar.

"Kalau kita melakukan searching, di hasil pencarian keseluruhan, url sudah tidak bisa diklik. Tapi begitu pindah ke image, masih muncul foto porno. Memang kalau diklik gambar itu tidak bisa diakses, tapi masih terpampang gambarnya," ujar pria yang kerap disapa Sammy itu saat ditemui di kantor Kominfo, Jumat (4/5/2018).

Pihak Kominfo sudah lama berupaya mencari cara agar dapat membendung munculnya gambar porno di hasil pencarian gambar. Sayangnya mereka belum juga menemukan metode yang tepat hingga beberapa minggu lalu.

Metode yang mereka dapati melakukan penangkalan lewat DNS. Saat ini tengah diujicobakan dan hasilnya dirasa cukup efektif. Saat Kominfo meminta pihak penyedia layanan internet (ISP) dan sejumlah operator mengujicobakan untuk penerapan yang lebih luas.

"Saat ini (pengujian) masih skala komunitas, pengen tahu kalau diterapkan secara nasioanl bisa tidak dengan menggunakan bantuan para operator. Tadi sudah rembukan dengan ISP dan operator besar. Minggu depan mereka kembali," kata Sammy.

Jika berhasil, Sammy mengklaim ini akan menjadi pertama Indonesia di mana mesin pencari bisa diblok dari pornografi. Di sejumlah negara, seperti China dan negara Timur Tengah, telah berhasil menerapkan hal tersebut.

"Kalau sudah diblok ujungnya, isinya tidak bisa keluar, tidak muncul," pungkas Sammy. (fyk/asj)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed