Gamer Ramai-ramai Ancam Boikot Pokemon Go, Ada Apa?

Gamer Ramai-ramai Ancam Boikot Pokemon Go, Ada Apa?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Sabtu, 07 Agu 2021 08:33 WIB
Pokemon Go
Gamer Rama-ramai Ancam Boikot Pokemon Go, Ada Apa? Foto: AFP
Jakarta -

Pokemon Go masih memiliki banyak penggemar berat di berbagai negara. Tapi beberapa gamer Pokemon Go ternama tiba-tiba mengancam untuk memboikot game buatan Niantic tersebut. Apa alasannya?

Rupanya para gamer memprotes rencana Niantic yang akan mencabut beberapa fitur keamanan di Pokemon Go yang dikenalkan pada awal pandemi tahun lalu. Fitur-fitur tersebut salah satunya berfungsi untuk memudahkan pemain untuk mengunjungi Pokestop dan bertarung di gym tanpa harus keluar rumah.

Komunitas Pokemon Go di Reddit kemudian menuliskan surat terbuka yang meminta Niantic untuk membatalkan rencananya. Beberapa gamer, influencer, dan YouTuber ternama juga ikut membagikan surat ini di media sosial.

"Dear Niantic, Komunitas dan Kreator ingin menyuarakan kekhawatiran dan kekecewaan kami atas perubahan terbaru pada pengurangan radiun interaksi Pokestop di Pokemon Go," tulis surat tersebut, seperti dikutip dari IGN, Sabtu (7/8/2021).

"Meski radius interaksi Pokestop/POI ditingkatkan karena pandemi global yang belum pernah terjadi sebelumnya, aliran efek dari perubahan di dalam game ini memiliki dampak positif yang jauh lebih besar pada komunitas," sambungnya.



Selain memudahkan gamer bermain Pokemon Go dari rumah, surat tersebut juga berargumen bahwa peningkatan radius interaksi memiliki manfaat lain seperti memudahkan gamer disabilitas agar bisa tetap bermain dengan nyaman dan mengurangi kepadatan di tempat umum.

Di media sosial, gamer pun menyerukan boikot Pokemon Go dan Niantic lewat tagar #BoycottNiantic dan #PokemonNoDay. Mereka mengajak gamer lain untuk tidak memainkan Pokemon Go atau membeli sesuatu dari tokonya.

Selain seruan boikot lewat media sosial, gamer Pokemon Go juga meluncurkan petisi online yang meminta Niantic untuk mengubah rencananya. Saat ini petisi tersebut telah ditandatangani oleh lebih dari 165.000 orang.

Niantic pertama kali mengumumkan rencananya untuk membatalkan fitur era pandemi tersebut pada bulan Juni. Developer game tersebut beralasan saat ini sudah ada banyak tempat yang dibuka setelah lockdown berakhir sehingga gamer bisa berkumpul lagi untuk bermain Pokemon Go bersama-sama.

Perubahan ini mulai diterapkan di Amerika Serikat dan Selandia Baru pada akhir Juli dan akan digulirkan secara bertahap di negara-negara lainnya. Selain mengurangi radius interaksi, perubahan ini juga akan menghilangkan beberapa bonus yang juga dikenalkan pada awal pandemi.



Simak Video "Fantastis! 'Squid Game' Sumbang Cuan Rp 12,5 T untuk Netflix"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)