Berantas Pemain Toxic, Valorant Akan Rekam Obrolan dalam Game

Berantas Pemain Toxic, Valorant Akan Rekam Obrolan dalam Game

Panji Saputro - detikInet
Rabu, 05 Mei 2021 15:14 WIB
Valorant Akan Rekam Obrolan di Dalam Game Untuk Memerangi Pemain Toxic
Valorant Akan Rekam Obrolan di Dalam Game Untuk Memerangi Pemain Toxic (Foto: Screenshot Youtube Valorant)
Jakarta -

Riot Games baru-baru ini mengeluarkan kebijakan baru untuk game mereka, yakni Valorant. Ke depannya, voice chat atau obrolan di dalam game akan direkam oleh mereka untuk kebutuhan laporan pemain.

Tidak menutup kemungkinan bahwa game besar seperti Valorant akan dipenuhi dengan pemain toxic. Aktivitas tidak terpuji ini memang sering terjadi di game online baik menggunakan chat dengan teks atau melalui obrolan (fitur voice chat).

Riot Games selaku developer akhirnya membuat sebuah kebijakan baru. Mereka akan merekam aktivitas obrolan pemain di dalam game. Namun ini terjadi hanya ketika pemain melakukan sebuah laporan saja, dikutip detikINET dari situs resmi Riot Games, Rabu (5/5/2021).

"Kami ingin semua game kami aman dan inklusif untuk semua orang yang memainkannya. Kami tahu perilaku mengganggu menggunakan fitur voice chat menjadi perhatian banyak pemain, dan kami berkomitmen untuk menanganinya lebih efektif," tulis Riot Games.

Riot Games menegaskan bahwa mereka akan secara aktif mendengarkan obrolan, ketika adanya laporan dari pemain lain terkait aktivitas obrolan yang mengganggu. Jadi ketika pelanggaran terdeteksi, mereka akan mengambil tindakan, dan menghapus setelahnya bila tidak lagi diperlukan peninjauan.

Hal ini dilakukan agar Riot Games dapat mengambil tindakan terhadap pemain yang berkomunikasi dengan tujuan melecehkan orang lain, menggunakan perkataan yang mendorong kebencian atau mengganggu permainan pemain lain. Itulah sebabnya mereka perlu mengetahui apa yang dikatakan para pemain tersebut dengan merekamnya.

Jadi ketika terdapat pemain yang mengirimkan laporan terkait perilaku mengganggu dalam sebuah obrolan, data audio yang relevan akan direkam. Kemudian tim Riot Games akan melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa itu benar-benar melanggar kebijakan mereka.

Jika pelanggaran terdeteksi, Riot Games akan mengambil tindakan. Setelah selesai, data audio akan dihapus oleh mereka, mirip seperti menangani laporan chat berbasis teks saat ini.

Riot Games menyampaikan bahwa pengujian beta untuk sistem perekam suara akan dimulai dengan Valorant di Amerika Utara. Setelah itu akan diluncurkan ke bahasa dan wilayah lain.



Simak Video "Diduga Kecanduan Game Online, Bocah di Subang Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)