Teori Konspirasi Video Game, Lavender Town Syndrome Sampai Black Dahlia

Teori Konspirasi Video Game, Lavender Town Syndrome Sampai Black Dahlia

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 13 Agu 2020 19:10 WIB
GTA 5
Teori konspirasi seputar video game. Foto: GTA
Jakarta -

Teori konspirasi tak hanya melulu soal alien atau politik, tapi juga seputar video game. Setelah didalami, ternyata ada beberapa cerita seram dan horor terkait video game di dunia.

Berikut ini adalah beberapa teori konspirasi menyeramkan tentang game yang dirangkum detikINET.

1. Lavender Town Suicide Spike

Lavender town adalah sebuah desa fiksi dari video game Pokemon Red and Blue. Digambarkan ini disebut menjadi asal usul dari kematian banyak anak di Jepang tahun 1996, tahun di mana game ini dirilis.

Menurut urban legend, suara tinggi yang dikeluarkan dari game tersebut membuat otak anak terganggu dan efeknya membuat anak merasa mual dan pusing setelah mendengarkannya. Anak dengan rentang usia 7-12 tahun tiba-tiba jatuh sakit atau mengakhiri hidup mereka sendiri. Peristiwa ini kemudian dikenal sebagai 'Lavender Town Syndrome'.

Musik ini diyakini 'kebal' efeknya untuk orang dewasa, maka dari itu anak yang belum ada 'imun'-nya menjadi rentan dengan suara game ini.

2. Polybius

Kembali ke tahun 1981, ada sebuah game arcade bernama Polybius. Anehnya, game ini diklaim hanya ada di daerah Portland, Oregon. Konon katanya, jika memainkan game ini, efeknya bisa menyebabkan sakit kepala, mimpi buruk, dan perasaan tidak mengenakan lainnya.

Yang makin mengerikan, dipercaya akan ada pria dengan pakaian serba hitam yang mendownload data permainan Polybius. Setelah itu, orang yang memainkan Polybius disebut-sebut tiba-tiba memutuskan bunuh diri atau secara misterius menghilang.

Namun, eksistensi dari game ini masih dipertanyakan. Belum pernah ada orang yang secara meyakinkan mengaku melihat atau memainkan game Polybius ini.