Sabtu, 09 Nov 2019 15:16 WIB

Kompetisi Game Digemari Anak-anak, PB eSport: Butuh Regulasi

Aisyah Kamaliah - detikInet
Ilustrasi main game. Foto: shutterstock Ilustrasi main game. Foto: shutterstock
FOKUS BERITA Bahaya Kecanduan Game
Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pendiri Pengurus Besar (PB) eSports Indonesia, Bambang Sunarwibowo, mengatakan bahwa eSport membutuhkan regulasi yang tepat guna mengarahkan anak-anak yang gemar bermain game menjadi menghasilkan sesuatu.

"Untuk saat regulasinya belum ada, tapi memang ini harus kita tata, kita salurkan dalam sebuah regulasi sehingga kita harapan dengan adanya PB eSport nanti bisa diakomodir di KONI," ujarnya saat ditemui awak media di Grand Final UniPin Southeast Asia Cyber Arena (SEACA) 2019, kemarin Jumat (8/11/2019).

Dengan demikian ini bisa lebih jelas arahnya bagi anak-anak yang usianya masih sangat kecil untuk lebih diatur waktunya, kapan waktu penyelenggaraannya turnamen yang tepat, dan tentunya pemilihan game.


"Kemudian juga materi yang diperhatikan, jadi itu memang terkait skill dan juga intelektual mereka, sehingga diarahkan bisa memberikan pemersatu untuk anak muda Indonesia dan kita juga bisa menunjukkan prestasi yang luar biasa di bidang olahraga eSport untuk mengangkat nama Indonesia."

Dengan banyaknya turnamen yang ada, PB eSport mengharapkan bisa mendapatkan dukungan dari pemerintah sehingga bisa membangun pondasi lebih kuat lagi dan lebih terstruktur guna menghasilkan prestasi.

Di tempat yang sama, Ashadi Ang, CEO dan Co-Founder UniPin mengatakan game memang menjadi gejolak yang besar bagi para orang tua.

"Banyak anak-anak yang punya skill luar biasa ini kan menjadi gejolak bagi orang tua apakah diteruskan atau dibiarkan. Di negara China saya baca orang main dibatasi. Artinya Anda boleh main sehari maksimum cuma 180 menit jadi nggak kebebasan dan kebablasan," ujarnya.

Senada dengan Bambang, ia mengharapkan juga adanya regulasi terkait eSport agar lebih bisa terarahkan guna mengharumkan nama Tanah Air.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)
FOKUS BERITA Bahaya Kecanduan Game