Diplomasi Kopi, Jurus Kenalkan Game Indonesia di Jerman

Laporan dari Essen

Diplomasi Kopi, Jurus Kenalkan Game Indonesia di Jerman

Isa Akbar - detikInet
Sabtu, 27 Okt 2018 19:23 WIB
Joshua Mulia Simandjuntak mencoba game Coffeetopia di booth Indonesia, SPIEL 18, Essen. Foto: Istimewa
Essen, Jerman - Kopi jadi salah satu produk andalan Indonesia ke dunia. Kopi, kebetulan, juga jadi minuman yang cukup banyak disukai saat berbincang-bincang soal bisnis. Kopi juga yang kemudian digunakan oleh Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dalam memperkenalkan board game Indonesia di Jerman.

BEKRAF bersama Asosiasi Pegiat Boardgame Indonesia (APIBGI) membuka booth Archipelageek dalam ajang Internationale Spiletage SPIEL 18 di Essen, Jerman. Selain menampilkan 24 game dari 7 penerbit game asli Indonesia, booth tersebut juga menghadirkan kopi-kopi asli Indonesia.

Pengunjung yang datang pada jam-jam tertentu akan bisa mencicipi kopi khas Indonesia sambil mencoba board game asli Indonesia. Selain itu, BEKRAF juga menyiapkan boardgame edisi terbatas berjudul Coffetopia, sebagai kenang-kenangan untuk pengunjung yang beruntung.

"Kita mau kenalkan kopi Indonesia, yang paling baik di dunia. Ya, kopi itu paling enak dikenalkan dengan mencicipi langsung kopinya. Tapi, kalau tidak bisa mencicipi, bisa lewat board game ini," ujar Joshua Puji Mulia Simandjuntak, Deputi Pemasaran BEKRAF.

Nata Chen dan Desyanto dari Masbro Game Studio, desainer game Coffetopia. Nata Chen dan Desyanto dari Masbro Game Studio, desainer game Coffetopia. Foto: Istimewa

Coffetopia adalah board game yang diproduksi khusus oleh BEKRAF dalam rangka kehadiran Indonesia di SPIEL 18. Board game ini didesain oleh tim dari Masbro Studio.


Masbro merupakan tim desain game yang menghadirkan game-game populer seperti Laga Jakarta dan Bluffing Billionaire. Game yang disebut terakhir memenangkan Boardgame of The Year di ajang Popcon Award, Popcon Asia 2018.

Nata Chen, desainer game Coffeetopia, mengatakan bahwa game tersebut memang dirancang untuk memancing rasa ingin tahu pemainnya pada kopi Indonesia. Ketika pemain sudah tertarik, ada QR Code pada komponen game yang bisa digunakan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

"Kami mau menyampaikan pesan bahwa kopi Indonesia ada di seluruh dunia. Maka game itu temanya adalah, menjadi eksportir kopi. Jadi langsung berasa (saat main) akan ada permintaan kopi dari Jepang, Brazil dan wilayah-wilayah lain di dunia," ujar Nata.

Selain itu, ia melanjutkan, game itu juga menggambarkan bahwa proses mengumpulkan kopi Indonesia itu tidak mudah. Kopi harus didapatkan dari berbagai wilayah dan pemain harus pintar memilih biji kopi dengan nilai tinggi.

"Harapannya (untuk game ini) gede. Tapi kita sadar medium yang dihadapi cukup terbatas. Maka yang pengen kita kulik adalah interest-nya dulu," ujar Nata.

*Isa Akbar adalah desainer board game dari Manikmaya Games, salah satu dari tujuh penerbit game asal Indonesia yang hadir di ajang pameran Internationale Spieltage SPIEL '18 yang digelar di Essen, Jerman, 25-28 Oktober 2018. (asj/asj)