Setelah Amerika Serikat mengeluarkan ancaman, kini giliran Iran. Terbaru, pejabat Iran di media sosial menyatakan bakal membuat AS menyesali perbuatannya terhadap negaranya.
Iran bersumpah beberapa hari lalu, tepatnya pada Kamis waktu setempat, untuk membuat Amerika Serikat menyesal telah menyerang republik Islam dan akan terus mencekik Selat Hormuz. Akibat dicekiknya selat ini, harga minyak melonjak.
Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah dapat menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah industri minyak. Akan tetapi, Presiden AS Donald Trump menulis di media sosial bahwa mengalahkan 'kekaisaran jahat' Iran lebih penting daripada harga minyak mentah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Arab News, Sabtu (14/3/2026), Trump telah menghadapi tekanan politik yang intens seiring meningkatnya dampak ekonomi global dari krisis tersebut. Kepala keamanan Iran pun menuliskan pernyataan tegas kepada AS.
"Meskipun memulai perang itu mudah, perang tidak dapat dimenangkan hanya dengan beberapa cuitan. Kami tidak akan menyerah sampai membuat Anda menyesal atas kesalahan perhitungan yang serius ini," kata Ali Larijani di X.
Komentar pentolan Supreme National Security Council Iran itu muncul setelah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan yang menantang. Pesan seruannya untuk pembalasan dibacakan oleh seorang pembawa acara di televisi pemerintah.
"Tuas untuk memblokir Selat Hormuz harus benar-benar digunakan," kata Khamenei tentang jalur air yang biasanya dilalui seperempat perdagangan minyak dunia melalui laut itu.
Selat tersebut, yang juga biasanya menyumbang seperlima pasokan gas alam cair (LNG) dunia, terletak di lepas pantai Iran dan hanya selebar 54 kilometer pada titik tersempitnya.
Negara Teluk merasakan dampaknya
Negara-negara Teluk telah menanggung beban serangan balasan dari Iran. Gambar dari Bahrain pada hari Kamis menunjukkan asap tebal mengepul setelah serangan terhadap tangki bahan bakar di Muharraq. Warga diminta untuk tetap berada di dalam rumah dan menutup jendela mereka.
Drone kembali menyebabkan kerusakan di bandara internasional Kuwait dan di pusat kota Dubai, sementara Arab Saudi mengatakan telah mencegat drone yang menuju ke ladang minyak Shaybah dan distrik kedutaannya.
Dengan negara-negara Teluk memangkas produksi dan kapal tanker minyak terjebak di Teluk. Harga minyak acuan telah naik 40-50% sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, mengancam akan menghambat pertumbuhan dan memicu inflasi.
(ask/ask)

