Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ribuan Karyawan Meta Kena PHK Massal, Ini Jumlah Pesangonnya

Ribuan Karyawan Meta Kena PHK Massal, Ini Jumlah Pesangonnya


Fino Yurio Kristo - detikInet

Morning commute traffic streams past the Meta sign outside the headquarters of Facebook parent company Meta Platforms Inc in Mountain View, California, U.S. November 9, 2022.  REUTERS/Peter DaSilva
Kantor Meta. Foto: REUTERS/PETER DASILVA
Jakarta -

Perusahaan induk Facebook, Meta, telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar delapan ribu karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi. Hal ini dilakukan seiring langkah raksasa media sosial tersebut yang fokus pada pengembangan AI.

Pemangkasan jumlah karyawan ini berdampak pada pekerja Meta di seluruh dunia. Karyawan yang terdampak di negara-negara Asia menerima pemberitahuan lewat email pada pukul 4 pagi waktu Singapura di hari Rabu. Berapa pesangon mereka yang terimbas?

Menurut laporan Business Insider, karyawan Meta di Amerika Serikat akan menerima paket pesangon berupa gaji pokok selama 16 minggu (empat bulan), ditambah upah dua minggu untuk setiap tahun masa kerja. Mereka juga akan mendapatkan asuransi kesehatan selama 18 bulan bagi diri mereka sendiri dan keluarga, tiga kali lipat dari jumlah sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip detikINET dari Mint, para karyawan yang terdampak di luar AS akan menerima paket serupa yang disesuaikan dengan kebijakan di masing-masing negara.

Sejak tahun 2022, Meta telah mem-PHK lebih dari 30.000 karyawan. Hal ini sejalan dengan langkah Mark Zuckerberg yang menggencarkan efisiensi di tengah upaya perusahaan yang terus menggenjot investasi besar-besaran di bidang AI. Perusahaan tersebut mengalokasikan dana di atas USD 100 miliar untuk belanja modal AI pada tahun ini.

ADVERTISEMENT

Zuck juga mendorong para engineer menggunakan agen AI guna membantu proses pengodean dan tugas lainnya, serta memaparkan rencana untuk melacak perangkat karyawan demi menyempurnakan AI. Menurut Bloomberg, Zuckerberg juga memprogram asisten AI pribadinya guna menangani beberapa tugasnya sebagai CEO, seperti menghimpun masukan dari karyawan.

"Perusahaan yang sangat mengandalkan otomatisasi seperti Meta berisiko kehilangan daya tariknya sebagai tempat kerja idaman, karena mulai terlihat jelas bahwa mereka akan menyingkirkan tenaga kerja manusia saat ada kesempatan," ujar Jan-Emmanuel De Neve, profesor ekonomi di Universitas Oxford, kepada Bloomberg.

"Langkah tersebut memang dapat menghasilkan penghematan biaya jangka pendek, tetapi berisiko mengancam potensi pertumbuhan jangka panjang dengan mengorbankan kesejahteraan dan rasa keterikatan karyawan," pungkasnya.

Saksikan Live DetikSore :




(fyk/asj)






Hide Ads
LIVE