Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
8.000 Karyawan Meta Resmi di-PHK, Zuckerberg Bilang Begini

8.000 Karyawan Meta Resmi di-PHK, Zuckerberg Bilang Begini


Virgina Maulita Putri - detikInet

Meta Platforms CEO Mark Zuckerberg departs the court after taking the stand at a trial in a key test case accusing Meta and Googles YouTube of harming kids mental health through addictive platforms, in Los Angeles, California, U.S., February 18, 2026. REUTERS/Mike Blake
Foto: REUTERS/Mike Blake
Jakarta -

Mark Zuckerberg berupaya menenangkan karyawan Meta setelah melakukan PHK massal untuk mengubah orientasi tenaga kerjanya di era AI. Ia mengatakan Meta tidak akan melakukan PHK massal lagi tahun ini.

Raksasa media sosial tersebut baru saja memangkas 8.000 karyawan, menutup 6.000 posisi yang rencananya akan direkrut, dan memindahkan 7.000 karyawan ke tim baru yang berfokus pada AI.

Dalam memo internal yang dilihat oleh Financial Times, Zuckerberg mengucapkan terima kasih kepada para pekerja yang diberhentikan, tapi ia mengatakan ini adalah periode paling dinamis yang pernah ia liat di industri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zuckerberg juga berupaya meredakan rasa tidak puas di internal perusahaan, di mana banyak karyawan mengungkap rasa gelisah dan kecewa setelah rangkaian PHK, restrukturisasi, dan perombakan manajemen dalam 18 bulan terakhir.

"Saya akan menegaskan bahwa kami tidak akan melakukan PHK massal di seluruh perusahaan lagi tahun ini," kata Zuckerberg dalam memo tersebut, seperti dikutip dari Financial Times, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

"Saya juga ingin mengakui bahwa komunikasi kami tidak sejelas apa yang kami inginkan, dan itu adalah salah satu area yang ingin saya pastikan untuk kami perbaiki," sambungnya.

Zuckerberg sudah mengucurkan miliaran dolar untuk mengembangkan 'intelijen super pribadi', termasuk membangun sejumlah pusat data canggih dan merekrut peneliti AI elit dari kompetitor.

Salah satu tujuannya adalah untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing seperti Google dan OpenAI dalam membangun model AI mutakhir. Model AI terbaru dari Meta, Muse Spark, yang dirilis bulan lalu dianggap lebih menjanjikan tapi masih tertinggal dari para pesaingnya.

Dalam paparan laporan keuangannya pada bulan Januari lalu, eksekutif Meta mengatakan belanja modal perusahaan tahun bisa hampir berlipat ganda hingga USD 135 miliar tahun ini, dan belum jelas berapa ukuran perusahaan yang optimal di masa depan.

Menurut orang-orang yang familiar dengan isu ini, Zuckerberg yakin bahwa teknologi AI dapat merampingkan tenaga kerja, terutama dalam otomatisasi coding dan tugas engineering lainnya.

Lihat juga Video 'Raksasa Media Sosial Digugat karena Bikin Kecanduan':

(vmp/vmp)




Hide Ads