Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Karyawan Meta Curhat Dihantui Surat PHK dari Zuckerberg

Karyawan Meta Curhat Dihantui Surat PHK dari Zuckerberg


Fino Yurio Kristo - detikInet

Kantor Meta
Kantor Meta. Foto: Getty Images
Jakarta -

Ini adalah masa-masa sulit untuk bekerja di Facebook, Instagram, atau salah satu dari perusahaan Meta. Raksasa media sosial milik Mark Zuckerberg tersebut dilaporkan akan membagikan sekitar 8.000 surat pemutusan hubungan kerja (PHK) pada hari Rabu 20 Mei, yang memangkas sekitar 10% dari tenaga kerja global.

Menariknya, PHK terjadi tepat setelah salah satu kuartal paling menguntungkan dalam sejarah perusahaan yaitu pendapatan USD 56,31 miliar dan laba USD 26,8 miliar untuk tiga bulan pertama 2026, menurut laporan kuartal pertama Meta. Bagi banyak karyawan Meta, kontradiksi ini tampaknya membuat semangat kerja terjun bebas.

Menurut laporan Wired yang mewawancarai lebih dari belasan karyawan dan mantan karyawan Meta, suasana di perusahaan tidak kondusif. "Semua orang merasa tidak bahagia, satu-satunya pihak yang tidak merasa demikian secara harfiah, hanyalah para eksekutif," sebut seorang pegawai Instagram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam town hall baru-baru ini, Zuckerberg mengatakan ke karyawan bahwa PHK adalah konsekuensi dari biaya infrastruktur AI dan ia menolak mengesampingkan kemungkinan PHK lebih lanjut pada paruh kedua tahun ini.

Tidak ada yang tahu persis siapa yang akan menerima surat pemecatan. Menurut Patrick McCue, wakil presiden di Right Management, itu memicu kecemasan yang kemungkinan akan berdampak pada perusahaan beberapa waktu ke depan. "Moral kerja akan merosot. Benar-benar tak ada cara untuk menghindarinya," kata McCue.

ADVERTISEMENT

Jika pemberitahuan awal tentang PHK datang tanpa kejelasan mengenai siapa yang akan terdampak atau tanpa dukungan bagi para manajer untuk membantu menangani kekhawatiran karyawan, pegawai akan dibiarkan mempertanyakan masa depan. "Ketegangan itu sendiri sudah memicu peningkatan kecemasan," kata McCue.

Karyawan yang menunggu kejelasan kemungkinan besar akan menjadi kurang produktif dan sulit fokus, sementara rumor terus beredar di organisasi. Hal itu menyebabkan gangguan dan penurunan energi, karena karyawan menanti datangnya kabar buruk.

"Bekerja di sini tidaklah mudah. Dari luar, ada sentimen negatif yang masif dan tentu ada alasannya. Namun, penderitaan bekerja di sini tidak terlalu dipahami dengan baik," kata seorang karyawan Meta secara anonim.

"Jadi apa yang saya duga akan saya rasakan jika saya di-PHK adalah datangnya rasa lega dan bahagia seketika, namun dengan sangat cepat diikuti kesadaran menyesakkan bahwa saya berada dalam masalah keuangan, karena saya tidak tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapat pekerjaan lain," imbuhnya.

"Enam bulan seharusnya cukup, beberapa tahun yang lalu begitu. Namun saat ini, saya tidak yakin saya akan bisa mendapatkannya. Pasangan saya di rumah bersama anak-anak kami, jadi saat ini sayalah pencari nafkah utama dan sungguh menakutkan jika memikirkan bahwa penghasilan mungkin akan hilang," pungkasnya.




(fyk/fay)




Hide Ads