Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Konten Vulgar Saat Live, Influencer China 44 Juta Followers Diblokir

Konten Vulgar Saat Live, Influencer China 44 Juta Followers Diblokir


Panji Saputro - detikInet

Ilustrasi Main HP
Ilustrasi main HP. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Seorang influencer asal China dengan nama akun Liu Ergou, telah diblokir gara-gara melakukan live streaming yang mengandung konten seksual. Dirinya memperlihatkan kegiatan pesta kolam renang yang dihadiri sekitar 20 orang selama hampir tiga jam.

Diketahui video tersebut menarik lebih dari satu juta penonton di platform video pendek tempat Liu memiliki total 44 juta pengikut. Siarannya kerap kali menampilkan gambar payudara dan pinggul wanita berpakaian minim yang di close-up.

Tayangan tersebut juga memperlihatkan bagaimana Liu dan peserta pria lainnya bermain-main dengan para wanita, yang kemudian dilemparkan ke dalam kolam renang. Adegan cabulnya juga menyasar pada aksi Liu mengoleskan lotion tubuh pada seorang wanita untuk memasarkan produk tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penonton yang melihatnya pun telah melaporkan acara tersebut ke platform, karena dianggap mengandung konten vulgar. Lalu 10 hari kemudian, platform video pendek tempat Liu melakukan live streaming telah memblokir akunnya karena melanggar aturan.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, orang-orang cukup terkejut dengan lambatnya reaksi si platform. Banyak orang menduga platform yang dimaksud memang mentolerir konten semacam itu supaya bisa meraih trafik tinggi.

Liu berasal dari provinsi Sichuan di barat daya Tiongkok, dan terkenal karena sering mengucapkan kata-kata kasar di video-videonya. Dirinya juga dilaporkan sering mengumpat dan membual tentang riwayat perjudiannya selama live streaming.

Parahnya lagi, ia turut menghasut para streamer lain untuk saling berkelahi dan mengikuti tantangan ekstrem darinya. Salah satu contoh tantangan yang diberikan ialah minum minyak pedas.

Sementara itu, orang-orang berpendapat bahwa hukuman dari platform terlalu ringan, karena hanya melarangnya mengunggah konten baru. Akunnya masih ada dan bisa menerima pengikut baru.

Sedikit informasi, Platform yang terlibat dalam kasus Liu juga pernah dihukum oleh penegak hukum Beijing pada 2018 dan 2019, karena mengandung konten yang vulgar.




(hps/afr)





Hide Ads