Elon Musk Indikasikan Buka Blokir Akun Twitter Donald Trump

Elon Musk Indikasikan Buka Blokir Akun Twitter Donald Trump

ADVERTISEMENT

Elon Musk Indikasikan Buka Blokir Akun Twitter Donald Trump

Adi Fida Rahman - detikInet
Sabtu, 19 Nov 2022 21:00 WIB
Tawaran Elon Musk untuk Beli Twitter $44 Miliar Kembali Berlaku
)Elon Musk Indikasikan Buka Blokir Akun Twitter Donald Trump. Foto: DW (News
Jakarta -

Elon Musk, CEO Twitter, telah memposting jajak pendapat yang meminta pengguna platform microblogging untuk memilih apakah akan mengizinkan akun Donald Trump untuk dipulihkan. Akun milik Presiden AS ke-45 itu sebelumnya telah diblokir seumur hidup karena menghasut kekerasan.

"Kembalikan mantan Presiden Trump," tanya orang terkaya di dunia itu.

Hingga artikel ini tayang, jejak pendapat telah meraup 9 juta suara. Sebanyak 52,5% memberikan suara 'Yes', sisanya 47,5% memilih 'No'.

"Jajak pendapat Trump mendapatkan ~1 juta suara/jam," kata Musk dalam tweet berikutnya.

Dengan mayoritas suara memilih opsi 'Yes', bukan tidak mungkin Musk akan memulihkan akun Trump. Apalagi bos SpaceX dan Tesla itu ngetweet yang mengindikasikan hal tersebut.

Sebelum membuat polling Trump, Musk mengatakan dia telah mengaktifkan kembali beberapa akun, termasuk Kathie Griffin, Jorden Peterson dan Babylon Bee.

Musk telah menghadapi gempuran kritik sejak mengambil alih platform. Sebab dia telah memecat sebagian besar petinggi dan staf seniornya, merombak sistem langganan dan verifikasi platform, dan mengumumkan sejumlah perubahan pada moderasinya.

Dalam tweet lain pada hari Jumat, Musk meyakinkan bahwa dia akan mengarahkan Twitter untuk memprioritaskan "kebebasan berbicara, tetapi bukan kebebasan untuk menjangkau".

"Tweet negatif/kebencian akan di-deboost & didemonetisasi secara maksimal, jadi tidak ada iklan atau pemasukan lain ke Twitter," tulisnya. "Anda tidak akan menemukan tweet kecuali Anda secara khusus mencarinya, yang tidak berbeda dari internet lainnya."

Sekelompok senator AS meminta regulator antimonopoli mengawasi keputusan persetujuan platform media sosial dan kepatuhan terhadap aturan privasi konsumen setelah perombakan yang dilakukan Musk baru-baru ini.

"Twitter sengaja mengabaikan keselamatan dan keamanan penggunanya, dan mendorong Komisi Perdagangan Federal (FTC) untuk menyelidiki pelanggaran terhadap undang-undang perlindungan konsumen," bunyi surat yang ditujukan untuk ketua Komisi Perdagangan Federal (FTC) Lina Khan, yang ditandatangani oleh tujuh senator Demokrat termasuk Richard Blumenthal dan Elizabeth Warren.

Selain itu menurut surat tersebut, sejak Musk mengambil alih Twitter bulan lalu, perusahaan tersebut telah melakukan PHK dan pengunduran diri yang signifikan. Mereka menegaskan bahwa Musk hanya memberikan penekanan pada peningkatan keuntungan sambil mengabaikan aspek penting bisnis lainnya.



Simak Video "Saat Elon Musk Singgung Donald Trump Pakai Meme Mesum"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT