Smartfren Ungkap Kondisi Terkini Jaringan Usai Tiang BTS Ditabrak Truk Trailer

Smartfren Ungkap Kondisi Terkini Jaringan Usai Tiang BTS Ditabrak Truk Trailer

ADVERTISEMENT

Smartfren Ungkap Kondisi Terkini Jaringan Usai Tiang BTS Ditabrak Truk Trailer

Agus Tri Haryanto - detikInet
Rabu, 31 Agu 2022 19:48 WIB
Warga melihat lokasi tempat kejadian kecelakaan sebuah truk kontainer yang menabrak halte bus di depan SDN Kota Baru II dan III di Jalan Sultan Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/8/2022). Menurut keterangan kepolisian, dalam kecelakaan yang diduga diakibatkan rem blong tersebut telah menyebabkan 10 orang meninggal dunia, tujuh diantaranya anak-anak sekolah serta 30 orang lainnya luka-luka. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Smartfren Ungkap Kondisi Terkini Jaringan Usai Tiang BTS Ditabrak Truk Trailer. Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Smartfren mengungkapkan perkembangan terkini kondisi jaringan terkini miliknya usai truk trailer menambak tiang BTS di depan SD Jalan Sultan Agung, Kranji, Bekasi, siang ini, Rabu (31/8/2022).

VP of Network Operations Smartfren, Agus Rohmat, menjelaskan bahwa saat ini tengah dilakukan optimasi jaringan BTS yang terdampak dengan dibantu dengan BTS di sekitarnya agar layanan telekomunikasi bisa tetap berlangsung.

"Kondisi jaringan Smartfren (di lokasi kejadian-red) masih aman. So far sejauh ini bisa di-coverage oleh empat site kami yang ada di sekitarnya," ujar Agus, Rabu (31/8/2022).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga mengatakan di lokasi kejadian truk trailer menabrak tiang BTS di Bekasi itu tidak mengalami gangguan jaringan. Artinya, pelanggan Smartfren di wilayah tersebut tidak akan merasakan kendala berarti.

Lebih lanjut, Agus menyebutkan BTS yang ditabrak truk itu milik Bali Tower yang kemudian disewa oleh pihak Smartfren sejak tahun 2018.

Sebelum dilakukan sewa, operator seluler ini terlebih dahulu mengecek konstruksi tiang BTS tersebut, apakah sudah sesuai standar, penempatan, dan perizinan. Baru setelahnya sepakat untuk sewa tower tersebut sejak sejak empat tahun lalu.

Smartfren terus melakukan koordinasi dengan Bali Tower, termasuk kata Agus, meminta kepada Bali Tower untuk mengamankan aset milik perusahaan, seperti antena hingga microve dari lokasi kejadian kecelakaan maut itu. Kedua belah pihak juga membahas mengenai pengganti tower BTS tersebut.

"Karena ini patah, untuk produksi lagi itu lama. Kami juga tanya ke mereka, apa ada stok BTS. Itu yang sedang kami koordinasikan," pungkasnya.



Simak Video "Suasana di Lokasi Kecelakaan Maut Truk di Bekasi, 10 Orang Tewas!"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT