Startup Fintech Diprediksi Akan Terus Populer di 2022

ADVERTISEMENT

Startup Fintech Diprediksi Akan Terus Populer di 2022

jsn - detikInet
Rabu, 08 Jun 2022 13:45 WIB
Ilustrasi fintech
Foto: iStock
Jakarta -

Sejak pandemi terjadi perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya dalam sebuah transaksi jual beli yang kini dilakukan secara digital atau online.

Hal ini pun membuat perusahaan-perusahaan teknologi keuangan semakin berkembang, dengan bertransaksi secara contactless dan sisi praktis sehingga memberikan kemudahan dan kenyamanan terhadap masyarakat karena bisa melakukan transaksi di manapun dan kapanpun

Mengutip dari laman Kominfo, nilai transaksi uang secara elektronik per Februari 2022 lalu mencapai Rp 27,1 triliun, atau naik 41,35% dibandingkan periode tahun lalu.

Jumlah nilai investasi fintech di Indonesia sendiri pada tahun 2020 mencapai hampir 180 juta dolar Amerika Serikat. Investasi tersebut mendorong startup fintech untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

Tercatat, layanan fintech lending telah menjangkau 27,2 juta masyarakat di Indonesia, dengan jumlah pinjaman total mencapai 14,95 triliun rupiah. Sektor fintech ini terus menjadi bidang yang banyak diminati oleh investor untuk menyuntikkan pendanaanya.

Daftar startup yang bergerak di sektor fintech meliputi: Bareksa, Bibit, Dana, Link Aja, Invertree, dan sebagainya.

Investment Analyst di Central Capital Ventura Deandra Fidelia Marbun melalui Mini Conference yang diadakan Daily Social secara virtual, Selasa (8/6/2022). mengungkapkan bahwa startup fintech diprediksi akan terus populer di tahun 2022.

Menurutnya sudah terbukti di seluruh dunia bahwa perusahaan nantinya juga akan menjadi sebuah perusahaan fintech. Fintech startup ini juga akan membantu menjadi infrastruktur di belakang perusahaan di sektor manapun.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak potensi yang bisa dikembangkan dari startup fintech misal dari aspek infrastruktur, payments, lending (pinjaman) seperti paylater dan sebagainya.

"Sebenarnya banyak yang bisa dikembangkan, ini baru vertikal fintech yang ada dari payments dan lending. Belum lagi kalau kita mau masuk ke ranah web3 atau kripto base fintech, blockchain base fintech. Masih banyak sekali yg bisa dikembangkan ke area sana," jelasnya.

Dan ke depannya 10 tahun ke depan akan masih terus ada perkembangan-perkembangan untuk startup fintech ini.

[Gambas:Youtube]



(jsn/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT