Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Potongan Kerak Bumi 'Tenggelam' di Bawah Turki, Sebabkan Cekungan Makin Dalam

Potongan Kerak Bumi 'Tenggelam' di Bawah Turki, Sebabkan Cekungan Makin Dalam


Rachmatunnisa - detikInet

Cekungan meleleh
Foto: Nature Communications
Jakarta -

Penelitian terbaru mengungkap fenomena geologi unik di Konya Basin, sebuah cekungan di Turki bagian tengah, tempat sepotong besar kerak Bumi perlahan-lahan tenggelam jauh ke bawah permukaan melalui proses yang disebut lithospheric dripping.

Temuan ini membantu menjelaskan kenapa cekungan tersebut makin dalam meskipun dataran tinggi Central Anatolian Plateau di sekitarnya justru semakin terangkat selama jutaan tahun.

Dikutip dari Daily Galaxy, tim ilmuwan dari University of Toronto menggunakan data satelit dan pencitraan seismik untuk menyelidiki apa yang terjadi di bawah permukaan tanah yang tidak tampak oleh manusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menemukan bahwa bagian kerak bagian bawah menjadi sangat padat sehingga ditarik oleh gravitasi perlahan ke mantel Bumi, lapisan yang lebih dalam di bawah kerak. Inilah yang menyebabkan tanah di atasnya turun dan membentuk cekungan.

"Melihat data satelit, kami mengamati fitur melingkar di Cekungan Konya tempat kerak mengalami penurunan," ujar salah satu peneliti utama, Julia Andersen.

ADVERTISEMENT

Ia menunjukkan, perubahan tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi di kedalaman struktur Bumi yang jauh di bawah tanah.

Cekungan melelehFoto: Nature Communications

Lithospheric Dripping

Fenomena ini dikenal sebagai lithospheric dripping, yaitu ketika sebagian kerak bawah menjadi begitu berat hingga secara bertahap turun ke dalam mantel di bawahnya karena tarikan gravitasi.

Saat bagian berat ini mulai 'tenggelam', tekanan di atasnya berubah sehingga menyebabkan kerak di permukaan ikut turun, membentuk cekungan yang tampak seperti mangkuk.

Co-penulis studi Russell Pysklywec mengatakan bahwa fenomena ini bukan hanya sekali terjadi di wilayah itu, tetapi kemungkinan memicu serangkaian kejadian serupa lainnya di sekitar kawasan tersebut.

Untuk memastikan temuan mereka, para ilmuwan mencocokkan data satelit dengan gelombang seismik yang bergerak melalui lapisan tanah. Mereka menemukan pola penurunan tanah di permukaan yang konsisten dengan adanya anomali di mantel atas, yakni zona yang lebih padat tepat di bawah cekungan. Hal ini semakin memperkuat bukti bahwa kerak bawah benar-benar turun ke dalam mantel.

Simulasi di Laboratorium

Selain data nyata, tim peneliti juga melakukan eksperimen di laboratorium dengan membuat model analog Bumi menggunakan bahan-bahan yang menyerupai mantel dan kerak. Model ini menunjukkan bagaimana bagian yang lebih padat dapat bergelantungan, kemudian turun dan memicu deformasi di permukaan. Eksperimen ini memberikan gambaran visual tentang proses kompleks yang terjadi di bawah Turki dalam skala waktu jutaan tahun.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications dan memperluas pemahaman ilmuwan tentang bagaimana bagian dalam Bumi terus berubah, serta bagaimana proses tersebut dapat memengaruhi struktur permukaan geologi di wilayah seperti Turki, yang terletak di kawasan tektonik aktif.

Melalui penemuan ini, para peneliti dapat lebih memahami hubungan antara dinamika dalam Bumi dan perubahan topografi di permukaan-sebuah bukti bahwa planet kita terus bergerak bahkan di tempat yang tampak statis dan tenang.




(rns/rns)







Hide Ads