Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Layanan X Down, Pengguna Keluhkan Timeline Tak Bisa Diakses

Layanan X Down, Pengguna Keluhkan Timeline Tak Bisa Diakses


Adi Fida Rahman - detikInet

Ilustrasi media sosial X, WhatsApp, TikTok, Threads
Layanan X Down, Pengguna Keluhkan Timeline Tak Bisa Diakses Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Layanan media sosial X (sebelumnya Twitter) dilaporkan mengalami gangguan massal (down) pada Jumat malam (16/1/2026). Puluhan ribu hingga ratusan ribu pengguna mengeluhkan tidak bisa mengakses platform milik Elon Musk tersebut.

Berdasarkan pantauan, pengguna yang mencoba membuka X disambut dengan pesan galat (error) berbunyi: "Something went wrong. Try reloading." Sayangnya, tombol muat ulang tersebut tidak membantu dan hanya menampilkan lingkaran berputar (spinning circle) tanpa henti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Mengutip data dari Downdetector, lonjakan laporan mulai terjadi sekitar pukul 21.WIB. Pada puncaknya, sekitar pukul 22.14 WIB, tercatat lebih dari ribuanlaporan masuk ke penyedia layanan pemantau gangguan tersebut.

Berikut adalah rincian masalah yang dilaporkan pengguna:

  • Aplikasi X: 56% laporan.
  • Situs Web: 24 % laporan.
  • Koneksi Server: 20% laporan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak X mengenai penyebab pasti gangguan sistem yang terjadi pagi ini. Para pengguna pun mulai membanjiri platform lain untuk mengecek tagar Twitter down

Tumbangnya X kali ini menambah daftar panjang masalah teknis yang dialami platform tersebut sejak berada di bawah kepemimpinan Elon Musk. Paling parah terjadi pada Maret 2025, kala itu layanan sempat gangguan berjam-jam.

Elon Musk sempat memberikan penjelasan melalui postingan di X. Dalam cuitannya, ia menyatakan adanya serangan cyber ke platform medsos yang dimilikinya itu.

"Ada (dan masih ada) serangan siber besar-besaran terhadap X. Kami diserang setiap hari, tapi yang ini dilakukan dengan banyak sumber daya. Entah itu kelompok besar yang terkoordinasi atau sebuah negara yang terlibat. Sedang ditelusuri..." tulisnya.

Dalam wawancara langsung dengan Fox Business pada hari yang sama, Musk menambahkan bahwa serangan tersebut tampaknya berasal dari alamat IP di wilayah Ukraina. Namun, ia tidak memberikan bukti konkret untuk mendukung klaim ini, dan pernyataannya menuai skeptisisme dari beberapa ahli keamanan siber.




(afr/afr)







Hide Ads