Kekayaan mineral Greenland mungkin yang mendorong Donald Trump ingin menguasainya. Namun tidak hanya itu, Greenland diincar Trump untuk membangun sistem pertahanan mutakhir bernama Golden Dome. Terlebih ia mengklaim, Greenland juga diincar Rusia dan China.
Unggahan Trump di Truth Social menyiratkan hal itu. "AS membutuhkan Greenland untuk tujuan Keamanan Nasional. Ini sangat vital bagi Golden Dome yang sedang kami bangun," cetusnya.
Golden Dome adalah usulan sistem pertahanan rudal mirip dengan Iron Dome milik Israel, yang diinisasi Trump. Rincian Golden Dome masih minim tapi produsen senjata AS, Lockheed Martin, telah mengajukan konsep perisai pertahanan berlapis untuk melindungi tanah AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, pakar menolak klaim Trump bahwa kendali AS atas Greenland sangat penting bagi Golden Dome. Klaim itu mengabaikan perjanjian diplomatik jangka panjang yang kemungkinan besar akan langsung mengizinkan jika AS ingin membangun Golden Dome, tanpa perlu menginvasi.
Sudah ada pangkalan militer AS di sana, yakni Pangkalan Luar Angkasa Pituffik (Pituffik Space Base). "Apa yang dia katakan tak berpijak realitas. Seolah dia tak sadar bahwa selama beberapa dekade kita memiliki pangkalan besar di Greenland yang sangat penting bagi pertahanan rudal dalam negeri dan pengawasan luar angkasa," kata Todd Harrison, ahli dari American Enterprise Institute.
Militer AS hadir di Greenland sejak 1951, menyusul perjanjian antara Denmark dan pemerintah AS. Berdasarkan perjanjian itu, pemerintah AS berhak memperbaiki dan menyesuaikan area tersebut untuk penggunaan militer.
AS bisa membangun, memasang, memelihara, dan mengoperasikan fasilitas dan peralatan, serta menyediakan perlindungan dan keamanan internal. Secara historis, AS tidak pernah mengalami masalah soal ini.
"Itu berarti secara de facto, perjanjian ini sangat luas dalam hal mengizinkan AS mengurus kebutuhan keamanannya," kata Mikkel Runge Olesen, peneliti di Institut Studi Internasional Denmark. Menurutnya, inisiatif Golden Dome terkait Greenland kemungkinan besar diterima.
Apa Itu Golden Dome?
Golden Dome adalah usulan sistem pertahanan rudal berlapis untuk mendeteksi dan menghancurkan rudal balistik, hipersonik, dan jelajah sebelum diluncurkan atau selama penerbangannya.
Sistem ini akan menggunakan konstelasi satelit yang dilengkapi sensor dan penangkis berbasis luar angkasa. Jika diterapkan, AS akan menempatkan senjata luar angkasa di orbit untuk pertama kalinya.
Sistem ini akan bergantung pada ribuan senjata luar angkasa. Di 2019, Trump menyatakan Golden Dome akan menjadi bagian sangat besar dari pertahanan maupun penyerangan AS. "Kami memiliki beberapa pemain yang sangat buruk di luar sana, tapi kami bisa jauh lebih buruk dari siapa pun jika perlu," katanya saat itu.
Pada 27 Januari 2025, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengarahkan Angkatan Bersenjata AS membangun Iron Dome for America sebelum akhir masa jabatannya. Program itu kemudian berganti nama jadi Golden Dome pada Mei 2025.
Estimasi biaya Golden Dome berkisar dari USD 175 miliar (versi Gedung Putih), USD 831 miliar (Kantor Anggaran Kongres), hingga USD 3,6 triliun (American Enterprise Institute), tergantung detail arsitekturnya.
(fyk/agt)