Survei: 12% Orang tua Masih Dipesanin Ojol Sama Anak Cucu

ADVERTISEMENT

Survei: 12% Orang tua Masih Dipesanin Ojol Sama Anak Cucu

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 19 Jan 2022 06:19 WIB
di depan kantor PT Gojek Indonesia di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016) di depan kantor PT Gojek Indonesia di Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2016).
Survei: 12% Orang tua Masih Dipesanin Ojol Sama Anak Cucu. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Orangtua dan generasi muda (Gen Z) memiliki perbedaan yang mencolok, terutama dari segi adaptasi penggunaan hal berbau digital. Hal ini diungkapkan lewat survei yang dilakukan Peneliti Pusat Kajian Transportasi & Logistik (PUSTRAL). Dalam kesempatan ini, Dr Eng Muhammad Zudy Irawan, S.T, M.T, yang memaparkan hasil surveinya.

"Hasil survei dari bulan Agustus ada beberapa hasil, yang pertama milenial dan gen z mendominasi penggunaan transportasi online," ucap Dr Zudy dalam acara 'Gojek Transport Outlook 2022: Jadi Andalan, Jawab Kebutuhan Mobilitas Masa Depan', Selasa (18/1/2022).

Dari responden studi, sebanyak 0,34% mengaku melarang, 0,69% setuju membiarkan, 22,85% setuju untuk diregulasi dan 76,12% setuju untuk bekerjasama. Bekerjasama dalam artian berintegrasi untuk memecahkan masalah kendaraan yang turun ke aspal, seperti ojol dan angkutan umum (contoh Transjakarta).

Namun ada perbedaan yang mencolok dari hasil studi anak muda dan orangtua. Jika kebanyakan anak muda terutama gen z sudah sangat paham dengan fungsi transportasi online dan bagaimana cara memesannya, orangtua masih banyak yang mengalami kesulitan.

"Survei ini tidak hanya kami lakukan di Indonesia, tapi di negara South East lainnya seperti di Malaysia, Vitetnam, dan lain-lain. Survei dilakukan pada orang berusia atas 50 tahun dan di bawah 79 tahun. Diketahui hanya 5% yang benar-benar tidak tahu apa itu transportasi online. Tapi dari yang tahu dan kita coba breakdown, yang memesankan anaknya atau cucunya itu ada 12%," jabar Dr Zudy.

Sebanyak 31% dari responden orangtua mengaku tahu dan menggunakan aplikasi sampai sekarang, 6% tahu dan punya aplikasinya tapi tidak pernah digunakan, 19% tahu tetapi tidak pernah memakai dan tidak punya aplikasinya, dan 25% mengaku sudah tidak memakai aplikasi tersebut.

"Kemungkinan yang 25% ini, mereka tidak pakai lagi ini kemungkinan karena adanya pandemi COVID-19, jadi tidak beropergian lagi," ucapnya.

Coba detikers, siapa yang masih suka diminta pesan ojol oleh orangtua atau nenek kamu, acung jari! Kalau memungkinkan, yuk pelan-pelan ajarkan orangtua agar bisa lebih beradaptasi di era digital.



Simak Video "Respons Pengguna soal Tarif Ojol Naik: Sedikit Kecewa-Wajar"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT