Kemenparekraf Adopsi Fitur Pengurangan Jejak Karbon GoTo dan Jejakin

Kemenparekraf Adopsi Fitur Pengurangan Jejak Karbon GoTo dan Jejakin

Angga Laraspati - detikInet
Senin, 17 Jan 2022 19:00 WIB
Peluncuran Carbon Footprint Calculator dan Offsetting Kemenparekraf dan Jejakin
Peluncuran Carbon Footprint Calculator dan Offsetting Kemenparekraf dan Jejakin (Foto: Gojek)
Jakarta -

Fitur kompensasi pengurangan jejak karbon yang digagas GoTo Group dan Jejak.in yakni GoGreener Carbon Offset, ikut diadopsi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Adopsi ini dilakukan untuk menciptakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang lebih lestari, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Adopsi ini dilakukan dengan mengembangkan fitur GoGreener Carbon Offset menjadi Carbon Footprint Calculator dan Offsetting Kemenparekraf yang digunakan lewat situs Indonesia Travel. Fitur ini sudah bisa diakses melalui tautan di situs Indonesia Travel, yang akan mengarah ke beranda halaman fitur Indonesia Travel Carbon Calculator.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan kolaborasi dengan Jejak.in adalah langkah awal dalam membuka peluang kerja sama bagi 34 juta ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif. Jumlah tersebut terdiri dari 14 juta di pariwisata dengan 13 subsektor dan 20 juta di ekonomi kreatif dengan 17 subsektor.

"Kami ingin pastikan ini gerakan ini menjadi gerakan nasional yang bisa mengatasi berbagai krisis akibat perubahan iklim dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan menuju netral karbon (net zero emission)," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Senin (17/1/2022).

Sandiaga berharap akan banyak kerja sama dengan GoTo Group, terutama melibatkan generasi muda.

Adapun konsep pengembangan pariwisata ke depan akan mengarah pada kualitas dan keberlanjutan jadi bukan hanya lingkungan tapi keberlanjutan dari 3P yakni planet (alam), people (manusia), dan prosperity (kesejahteraan).

Menparekraf juga mengatakan bahwa sektor wisata secara global menyumbangkan jejak karbon dalam jumlah yang cukup besar yaitu mencapai sekitar 8% emisi dunia.

Sementara itu, Chief Public Policy and Government Relations, GoTo Group, Shinto Nugroho mengapresiasi langkah Kemenparekraf yang memberikan peluang kolaborasi dengan GoTo Group untuk terus memperluas penggunaan fitur Carbon Offset ini.

Shinto mengatakan, adopsi fitur ini dapat membantu masyarakat untuk menghitung jejak karbon mereka dari penggunaan berbagai moda transportasi dan penggunaan listrik keseharian seperti laptop, AC, TV, atau kulkas, di wilayah-wilayah destinasi wisata di Indonesia, lalu menyerap jejak karbon yang dihasilkan melalui website indonesia.travel.

"Jika upaya nyata ini bisa dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan, tentunya kita berharap ini bisa menjadi dasar dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang rendah karbon. Kami percaya fitur indonesia.travel carbon calculator akan menjadi kebanggaan kita semua, sebagai bagian dan kontribusi Indonesia, bagian dari G20 dan masyarakat global," tutur Shinto.

Fitur ini merupakan pengembangan dari fitur GoGreener Carbon Offset dalam aplikasi Gojek yang telah digarap oleh Jejak.in bersama Gojek pada program Gojek Xcellerate dan diluncurkan pada tahun 2020.

Perhitungan kalkulator karbon ilmiah ini merujuk pada standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK).

Inisiatif ini menjadikan Gojek aplikasi ride-hailing pertama di Indonesia dan di dunia yang mengedukasi dan memfasilitasi konsumen untuk berperan aktif dalam melestarikan dan mengembangkan hutan kota dengan menghitung dan menyerap jejak karbonnya.

Di sisi lain, CEO Jejak.in, Arfan Arlanda mengatakan isu lingkungan dan perubahan iklim adalah tanggung jawab semua pihak.

"Kita harus bersama-sama berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah perubahan iklim ini. Peluncuran ini merupakan milestone penting dalam mendorong perwujudan eco-friendly tourism di Indonesia," ujar Arfan.

Dalam kesempatan yang sama, Expert Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), Gita Syahrani mengapresiasi langkah Kemenparekraf yang sangat inovatif dan mau menindaklanjuti komitmen global yang disepakati Presiden Joko Widodo di forum COP 26.

"Selamat kepada GoTo yang sudah menjadi ride haling pertama yang membuat kami-kami ini sebagai konsumen kini lebih mudah menjadi ujung tombak perubahan," ucapnya.

Peluncuran Carbon Footprint Calculator dan Offsetting ini dilakukan pada Jumat (7/1) lalu yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Chief Public Policy and Government Relations, GoTo Group, Shinto Nugroho, dan CEO Jejak.in, Arfan Arlanda.



Simak Video "GoTo Bagikan Saham Gratis untuk Mitra Driver"
[Gambas:Video 20detik]
(fhs/fay)