PM Israel Naftali Bennett: Pembenci Palestina, Penggila Teknologi

PM Israel Naftali Bennett: Pembenci Palestina, Penggila Teknologi

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Senin, 14 Jun 2021 13:41 WIB
Israels new prime minister Naftali Bennett holds a first cabinet meeting in Jerusalem Sunday, June 13, 2021. Israels parliament has voted in favor of a new coalition government, formally ending Prime Minister Benjamin Netanyahus historic 12-year rule. Naftali Bennett, a former ally of Netanyahu became the new prime minister (AP Photo/Ariel Schalit)
PM Israel Naftali Bennett mantan CEO teknologi (Foto: AP/Ariel Schalit)
Jakarta -

Israel kini punya sosok perdana menteri baru yaitu Naftali Bennett. Pengganti Benjamin Netanyahu ini adalah mantan CEO teknologi.

Naftali Bennett dilantik Minggu (13/6) menjadi PM Israel menggantikan Benjamin Netanyahu yang berkuasa 12 tahun. Pria 49 tahun ini dari partai ultranasionalis Yamina.

Bennett adalah pendukung keras kebijakan pemukiman Yahudi dan menolak kemerdekaan Palestina. Dia sempat menjadi menteri diaspora, pendidikan dan pertahanan di kabinet Netanyahu.

Namun sebelum itu, sosoknya dikenal sebagai tokoh teknologi. Bennett muda mengawali karirnya sebagai tentara pasukan khusus Israel, Sayeret Matkal dan Maglan tahun 1990-1996 dan terlibat dalam banyak peperangan melawan Intifada Palestina dan Hizbullah Lebanon. Unit tempurnya memakai teknologi canggih.

Mundur dari ketentaraan, dia pindah ke New York, Amerika untuk berkarir sebagai software entrepreneur. Tahun 1999 dia mendirikan Cyota, perusahaan software anti penipuan dan menjadi CEO-nya.

Dilansir dari The Time of Israel seperti dilihat Senin (14/6/2021) Cyota dijual ke perusahaan keamanan RSA pada 2005 dengan nilai USD 145 juta (Rp 2,062 triliun). Bennett pun menjadi jutawan.

Naftali Bennett hampir bergabung dengan Waze, tapi memilih jadi ketua Dewan Yesha sampai 2012 yang nantinya mendirikan Partai Jewish Home. Sementara pada tahun 2009 dia ditunjuk investor untuk menjadi CEO Soluto.

Soluto adalah start up developer perlindungan perangkat untuk Microsoft Windows yang didirikan tahun 2008. Mereka disuntik dana investor Bessemer Venture Partners dan Giza Venture Capital, sambil Bennett ikut masuk sebagai CEO tahun 2009.

Soluto menawarkan pengguna mereka, aneka cara memperbaiki komputer, tablet, smartphone lewat database permasalahan hardware, software dan OS. Soluto menjadi solusi IT jarak jauh untuk pengguna mereka di seluruh dunia dan mendapat TechCrunch Disrupt Award tahun 2010.

Pada tahun 2013, Soluto dijual ke Asurion dengan nilai USD 100-130 juta (Rp 1,4 - 1,8 triliun). Seiring dengan penjualan Soluto, Bennett pun mengakhiri karirnya di bisnis teknologi dan pindah menjadi Menteri Ekonomi, Agama, Yerusalem dan Urusan Diaspora pada kabinet Benjamin Netanyahu.

8 Tahun berkarir di bidang politik, Naftali Bennett pun menapaki puncak jabatan sebagai perdana menteri yang baru di Israel.



Simak Video "PM Israel Terpilih Beri Peringatan untuk Militan Hamas"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/rns)